Tiga Hari Lagi, Waduk Pusong Lhokseumawe Ditargetkan Bebas Keramba

Lhokseumawe – Pujatv.com Proses normalisasi Waduk Reservoir Pusong di Lhokseumawe terus dikebut oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) setempat. Hingga saat ini, progres pekerjaan telah melampaui 50 persen, dan dalam tiga hari ke depan waduk tersebut ditargetkan sepenuhnya bebas dari keramba.
Waduk yang memiliki luas sekitar 40 hektare dan berada di wilayah Desa Keude Aceh serta Desa Pusong, Kecamatan Banda Sakti, ini berfungsi sebagai penampung air limbah sekaligus pengendali banjir di kawasan pusat kota.
Di lokasi, sejumlah alat berat seperti excavator amfibi dan excavator super long arm terus dioperasikan untuk mempercepat proses pengerukan. Pekerjaan ini dipacu mengingat prakiraan cuaca dari BMKG yang menyebutkan potensi hujan deras dan badai hidrometeorologi dalam beberapa hari ke depan, yang berisiko memicu banjir.

Sebelumnya, kegiatan normalisasi sempat menuai protes dari sebagian warga. Pasalnya, waduk yang juga dikenal sebagai salah satu ikon wisata kota tersebut selama ini dimanfaatkan masyarakat untuk budidaya ikan mujair menggunakan keramba atau jaring apung.
Namun, proses penertiban kini berlangsung kondusif. Bahkan, sejumlah warga secara sukarela memindahkan keramba milik mereka dengan menggunakan perahu.
Kepala Bidang Cipta Karya dan Bina Jasa Konstruksi Dinas PUPR Kota Lhokseumawe, Junaedi, mengatakan bahwa kesadaran warga tidak lepas dari upaya sosialisasi dan pendekatan persuasif yang dilakukan pemerintah kota bersama pihak terkait, termasuk kepolisian, dalam kurun waktu satu tahun terakhir.

Menurutnya, dukungan masyarakat menjadi faktor penting dalam mempercepat proses normalisasi waduk yang didanai melalui bantuan pemerintah pusat untuk penanganan bencana alam tersebut.
Dengan percepatan yang dilakukan, pemerintah berharap fungsi Waduk Pusong sebagai pengendali banjir dapat kembali optimal, sehingga mampu mengurangi risiko genangan di wilayah pusat Kota Lhokseumawe saat musim hujan.





