
NAGAN RAYA – PUJA TV ACEH – Setelah setahun lamanya kapal tongkang pengangkut batu bara ke PLTU Nagan Raya terdampar di pesisir pantai Lhok Raja akibat cuaca buruk, kini badan kapal tongkang mulai dilakukan evakuasi. Proses evakuasi sudah berlangsung sejak 27 Mei lalu dan diperkirakan akan selesai dua bulan medatang, rekanan proyek melibatkan puluhan pekerja untuk memotong bagian kapal menggunakan mesin las untuk kemudian ditarik ke daratan. (9/6)
Selain itu, satu unit alat berat juga dikerahkan untuk membantu jalannya proses evakuasi badan tongkang. Menurut rekanan proyek, Jabariah, mengatakan, proses evakuasi terhadap tongkang sudah dilakukan saat pertama kali kapal terdampar namun karena ukuran dan berat tongkang, sehingga sulit untuk ditarik ke darat dan proses evakuasi baru dilakukan saat ini setelah dilakukan tender serta perlengkapan dokumen oleh pihak rekanan. Menurut rekanan saat ini proses evakuasi badan tongkang berjalan lancar.
Menurut Jabariah, kendala yang dihadapi dilapangan hanya faktor alam. Menurutnya pekerja yang melakukan proses evakuasi merupakan pekerja profesional yang benar benar mampu melakukan pengerjaan sehingga diharapkan evakuasi berlangsung secepat mungkin. Saat ini selain tongkang, satu unit alat berat juga tenggelam dilokasi yang sama.
Sebelumnya kapal tongkang berisi 300 ton batu bara ini pernah terdampar di kawasan pantai Lhok, pada Juli 2020 lalu. Seluruh isi tongkang berupa batu bara dan alat berat tumpah ke laut, sehingga mencemari laut di kawasan itu.,
“2020 terjadi pelelangan di asuransi dan kita sudah selesaikan seluruh administrasinya di bulan maret 2021. Kesulitan yang kita alami itu hanya di faktor alam saja dimana kadang-kadang cuaca buruk dengan saat ini musim barat yang memang hampir setiap hari, sangat terkendala dengan proses evakuasi dari tongkang ini sendiri, itu berisiko besar kepada para pekerja saya. In shaa Allah kalau memang cuaca bersahabat dan kondisi alam baik, ini dalam waktu 75 hari kami bisa selesaikan” ungkap Jabariah, Rekanan Proyek





