ACEH BARAT – PUJATVACEH.COM – Puluhan warga dusun Geulangang Meurak desa Suak Puntong kecamatan Kuala Pesisir kabupaten Nagan Raya melakukan aksi protes pemblokiran pintu masuk ke lokasi pembangun PLTU 3 dan 4 milik swasta.

Aksi pemblokiran yang didominasi kaum ibu-ibu itu membuat puluhan truk pengangkut material tanah untuk pembangunan PLTU 3 dan 4 terhenti serta tidak dapat melakukan aktivitas di area setempat.

Warga memblokir akses jalan menuju PLTU 3 dan 4 dengan kawat dan kayu serta memasangkan tenda sebagai bentuk protes atas tuntutan mereka terhadap perusahan.

Selain itu, warga juga meminta pihak manejemen perusahaan untuk segera membayar kompensasi penyiraman debu yang setiap hari beterbangan ke rumah warga.

Aksi protes warga ini sudah yang kesekian kalinya dilakukan dikarenakan sudah bertahun-tahun tuntutan warga setempat belum juga dapat dikabulkan oleh pihak manajemen perusahaan yang berada di perbatasan Aceh Barat – Nagan Raya.

Meski mendapatkan pengamanan ketat dari pihak aparat keamanan setempat namun tidak menyurutkan semangat massa yang didominan oleh kaum emak-emak ini untuk memperjuangkan haknya.

“Karna pihak perusahaan belum ada tanggapan, jadi kita lakukan pemblokiran jalan seperti saat ini”, ujar Mukhlis Kadus Geulangang Meurak Desa Suak Puntong.

Warga mengaku sudah tidak nyaman bermukim dekat dengan area perusahaan pembangkit listrik selain terkena dampak dari paparan debu dan kebisingan, warga juga berharap segera dilakukan ganti rugi rumah dan lahan warga serta pembayaran kompensasi.

Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments