Foto : Tgk. Husaini Abdul Wahab, Wakil Bupati Aceh Besar

ACEH BESAR – PUJATVACEH.COM – Mahkamah Syar’iyah Aceh bersama Wakil Bupati Aceh Besar mengadakan diskusi mengenai pentingnya Lembaga Pemasyarakatan (LP) bagi pelanggar syariat islam khususnya pada bidang perlindungan hukum terhadap anak dibawah umur.

Acara ini digelar di salah satu hotel di bilangan jalan T. Nyak makam, Banda Aceh, Kamis (25/3/2021), yang dihadiri oleh Forkopimda serta Mahkamah Syar’iyah wilayah I. Meliputi Mahkamah Syar’iyah Jantho, Aceh Besar, Mahkamah Syar’iyah Sabang, Mahkamah Syar’iyah Sigli, dan Mahkamah Syar’iyah Meureudu.

Wakil Ketua Mahkamah Syar’iyah Aceh/ dr. Drs. Rafi’uddin mengatakan, selama ini pemberian hukuman terhadap pelanggar hukum jinayat sebatas hukuman cambuk hanya 30 persen saja.

“Hukuman terhadap pelanggar hukum jinayat sebatas hukuman cambuk 30 persen saja,”Kata dr. Drs. Rafi’uddin Wakil Ketua Mahkamah Syar’iyah Aceh.

Kemudian, lanjut Rafi’uddin, hukuman penjara juga diterapkan dalam proses hukum terlebih penanganan kasus terhadap anak di bawah umur.

“Untuk kasus anak dibawah umur juga diberikan hukuman penjara,”Ujarnya.

Selain penerapan hukuman yang sesuai, wacana pembangunan LP khusus pelanggar syariat juga diperlukan.

Lembaga Pemasyarakatan (LP) khusus pelanggar syariat islam dibutuhkan agar tidak berkumpulnya pelanggar syariat dengan LP yang umum seperti sekarang. LP khusus pelanggar syariat juga merupakan perintah qanun, yang juga perintah daerah di provinsi aceh.

Wakil Bupati Aceh Besar, Tgk Husaini Abdul Wahab yang hadir pada diskusi tersebut, juga sangat mendukung dengan adanya wacana pembangunan LP khusus pelanggar syariat islam.

“Kita sangat mendukung adanya LP khusus bagi pelanggar syariat islam,”Tutur Wabup Aceh Besar, Tgk. Husaini Abdul Wahab saat acara diskusi Bersama beberapa Mahkamah Syar’iyah.

Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments