Banda Aceh- Pujatvaceh.com– Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman, didampingi oleh Sekda Kota, serta jajaran SKPK Banda Aceh, pagi tadi melakukan ground breaking atau peletakan batu pertama pada lokasi pembangunan pusat kuliner terbesar di Banda Aceh, yang terletak di bantaran sungai Krueng Aceh, Peunayong.

Kawasan tersebut dulunya merupakan kawasan pasar tradisional, atau lebih dikenal dengan sebutan pasar peunayong, setelah pasar Peunayong direlokasi ke pasar al Mahirah Lamdingin, Banda Aceh.

Aminullah Usman yang merupakan orang pertama di Banda Aceh melakukan penataan kota, khususnya kawasan peunayong, agar menjadi tempat yang lebih indah untuk kemajuan Kota Banda Aceh yang di pimpinya.

Penataan kawasan bekas pasar ikan peunayong tersebut, diharapkan nantinya dapat berpengaruh pada pengembangan dan peningkatan ekonomi masyarakat, khususnya para pelaku UMKM.

Aminullah Usman menargetkan kawasan itu dapat di fungsikan pada akhir tahun 2022 ini, meski nantinya Aminullah sudah tidak menjabat lagi sebagai Wali Kota Banda Aceh, namun pembangunan untuk keindahan Kota Banda Aceh bisa terus berjalan.

Aminullah juga mengatakan, anggaran yang digunakan pada pembangunan kawasan kuliner ini merupakan uang ganti rugi yang di berikan Pemerintah Aceh, atas ganti rugi pembangunan gedung Banda Aceh Convention Hall, yang kini sudah beralih pengelolaannya kepada Pemerintah Aceh.

“Anggaran yang digunakan untuk pembangunan kawasan kuliner ini dari uang ganti rugi yang diberikan Pemerintah Aceh atas pembanguan gedung Banda Aceh Coventional Hall yang saat ini sudah beralih pengelolaan kepada Pemerintah Aceh,” jelas Aminullah Usman, Wali Kota Banda Aceh

Aminullah juga berharap, diakhir masa jabatannya ini, dengan telah dilakukan peletakan batu pertama pada lokasi ini, nantinya kawasan ini akan menjadi pusat wisata kuliner terbesar di Banda Aceh, sehingga mengubah wajah baru Kota Banda Aceh.

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments