Banda Aceh – Pujatvaceh.com – Tim penyidik KPK mulai melakukan pemeriksaan terhadap mantan, serta pimpinan DPRA priode sekarang, sejak Selasa (26/10) pagi di gedung BPKP Aceh. Mereka diperiksa secara personal di ruang gedung tersebut, dan Irwan Djohan diperiksa selama 7 jam.

Irwan Djohan yang di periksa dengan kapasitas sebagai Wakil Ketua DPRA priode 2014-2019, yang juga menjabat sebagai anggota DPRA periode 2019-2024 ini, di cecar dengan berbagai pertanyaan. Sebanyak 50 pertanyaan dilontarkan kepadanya, yang terfokus pada perencanaan, hingga pengadaan kapal motor penyeberangan (KMP) Aceh Hebat.

Selain Irwan Djohan, ada Sulaiman Abda, yang juga merupakan mantan pimpinan DPRA priode lalu. Namun sayangnya, usai turun dari ruang pemeriksaan, Sulaiman Abda keluar melalui pintu belakang gedung BPKP, yang bersebelahan dengan masjid di kompleks kantor tersebut.

Saat dijumpai awak media yang sudah sejak dari pagi menunggu, Irwan Djohan mengatakan, banyak pertanyaan yang di tanyakan kepadanya pada saat dirinya masih menjabat sebagai Wakil Ketua DPRA. Namun untuk periode ini, dirinya hanya di tanyai seputar KMP Aceh Hebat, dari awal perencanaan dari dua unit, hingga menjadi tiga unit.

“Saya ditanyakan tekait KMP Aceh Hebat Mulai usulan dari eksekutif, dua unit. Kemudian hasil pembahasan jadi tiga unit kapal kemudian sampai akhirnya ada MoU. Kemudian penetapan APBA, multiyears. Saya nggak hitung, mungkin antara kalau ditotal-total mungkin 50-an pertanyaan mungkin,” ungkap Irwan Djohan.

Irwan juga mengatakan, pemeriksaan ini belum usai, dirinya akan kembali hadir dan kooperatif jika ada lanjutan pemeriksaan lanjutan nantinya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini