Anggota Geutanyoe Foundation melepas kepergian 12 imigran Rohingya dari BLK Desa Meunasah Mee Kandang, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe ke Community Housing, Medan, Sumatera Utara. (17/6/21)

LHOKSEUMAWE – PUJATVACEH – Anggota Geutanyoe Foundation melepas kepergian 12 imigran etnis Rohingya yang selama ini berada di tempat penampungan sementara Balai Latihan Kerja, Desa Meunasah Mee Kandang, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe. (18/6/21)

Mereka yang terdiri dari orang dewasa, remaja, anak-anak, hingga balita ini akan dipindahkan ke Community Housing, Medan, Sumatera Utara dengan menggunakan 1 unit bus pada Kamis malam.

Koordinator Program International Organization For Migration atau IOM, Sonya Safitri  menyebutkan bahwa hingga saat ini hanya tersisa 4 imigran Rohingya yang masih bertahan di Lhokseumawe.

Keempat imigran Rohingya tersebut tidak diberangkatkan lantaran meminta untuk dipindahkan ke tempat pengungsian yang ada di Makassar, Sulawesi Selatan agar dapat menemui sanak saudara mereka yang sebelumnya sudah mengungsi ditempat tersebut.

Terkait hal itu, pihak IOM masih melakukan koordinasi terkait pengurusan izin Direktorat Jenderal Imigrasi untuk pemindahan 4 imigran Rohingya tersebut ke Makassar.

Menurut Sonya, pemindahan imigran Rohingya ini merupakan keputusan dari Satuan Tugas Penanganan Pungungsi Luar Negeri setelah melakukan koordinasi dengan Pemerintah Kota Lhokseumawe maupun Pemerintah Kota Medan.

Total di BLK ada 16 imigran Rohingya, namun 4 orang meminta agar dipindah ke Makassar agar bisa bertemu dengn sanak saudara mereka yg diungsikan disana. Namun perlu persetujuan dari pihak pihak imigrasi di Jakarta,” Ujar Sonya Safitri, Koordinator Program IOM.

Pemindahan imigran Rohingya ke Community Housings, Medan, Sumatera Utara bertujuan untuk kondisi mereka yang lebih aman serta pemenuhan kebutuhan mereka seperti pendidikan, kesehatan serta kebutuhan sosial lainnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini