
ACEH BESAR – PUJATVACEH – Aktivitas saban hari Yuniati dan keluarganya ialah mengukur kelapa lalu memasaknya dengan campuran gula aren khas Aceh Besar. Salah satu makanan ringan yang bernama gula kelapa dan sudah puluhan tahun lalu Yuniati memproduksi cemilan yang manis dan legit ini sekaligus merupakan produksi turun temurun keluarga besar Yuniati. (18/6)
Saat pandemi belum melanda Aceh, dirinya bisa memproduksi gula kelapa setiap hari, namun saat ini dalam satu minggu yuniati hanya memproduksi hanya tiga kali akibat kurangnya wisatawan luar daerah maupun mancanegara yang berkunjung ke Aceh.
Untuk satu kali produksi gula kelapa memerlukan 12 kg kelapa parut dan 15 kg gula aren kemudian di campur dengan air dan di masak dalam tungku besar selama 3 jam atau sampai gula kelapa kering hingga mudah saat di bentuk bulatan memanjang.
“Turun temurun dari keluarga sudah membuat gula kelapa, sebelum pandemi Covid-19 setiap hari produksi, tapi setelah pandemi paling hanya 3 kali perminggu,” keluh Yuniati, pembuat gula kelapa.
Pandemi Covid-19 telah melumpuhkan denyut perekonomian terutama bagi pelaku home industry yang hanya memiliki modal pas-pasan.
Untuk meningkatkan perekonomian di kecamatan yang dipimpinnya, Kapolsek Kuta Malaka terus melakukan peninjauan dan memberikan arahan serta dukungan terhadap pelaku UMKM yang ada di wilayah hukumnya.
“Meninjau hasil UMKM masyarakat dimasa pandemi banyak perekonomian yang menurun. Jadi, kita turut memotivasi dan membantu usaha mereka agar terus bertahan untuk kehidupan sehari-hari,” Kata Ipda Zulmahrita, SE, Kapolsek Kuta Malaka.
Dengan adanya dukungan serta peninjauan yang terus di lakukan oleh pihak Muspika di gampong, semoga pelaku UMKM bisa terus bertahan dalam menopang perekonomian.





