LHOKSEUMAWE – PUJATVACEH.COM – Sebanyak 26 karyawan PDAM Ie Beusare Rata Kota Lhokseumawe datangi DPRK Kota Lhokseumawe. Mereka menyampaikan mosi tidak percaya kepada direktur perusahaan plat merah milik Pemko Lhokseumawe Safrial.

Ada enam  poin dari mosi tidak percaya yang disampaikan melalui surat yang diterima oleh Wakil Ketua Dprk Lhokseumawe T Sofianus antara lain suasana kerja tidak kondusif, gaji karyawan yang sudah menunggak 14 bulan, tidak adanya transparansi, terjadinya kesenjangan kerja antara karyawan dan manajemen, rekrutmen karyawan baru  dari kalangan keluarga direktur, program kerja yang dinilai tanpa arah dan merugikan perusahaan.

Bahkan dalam pertemuan yang dihadiri oleh beberapa anggota DPRK Kota Lhokseumawe ini, para karyawan sempat akan melakukan mogok pelayanan terhadap konsumen dengan menghentikan semua aktifitas pelayanan. Tapi hal ini mampu diredam oleh anggota DPRK,  agar para karyawan tersebut tidak melakukan aksi tersebut, terlebih lagi di masa-masa  sulit seperti  saat ini.

Iskandar selaku Humas PDAM  Ie Beusare Rata Kota lhokseumawe berharap agar kondisi kerja bisa seperti dahulu  dan  adanya keterbukaan tanpa kesenjangan, meskipun sudah lebih setahun bekerja selama ini tidak diberikan gaji.

“Tranparansi harus ada dalam bekerja di PDAM ini, karena ini kerja keseluruhan bukan kerja segelintir orang sehingga dapat bekerja dengan aman, nyaman, dan tanpa ada perpecahan,” jelas Iskandar, Humas PDAM  Ie Beusare Rata Kota lhokseumawe.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRK Kota Lhokseumawe T Sofianus akan memanggil direktur PDAM Ie Beusare Rata Kota Lhokseumawe dan Pemerintah Kota Lhokseumawe agar bisa mencari solusi atas kisruh yang terjadi dan jangan sampai merugikan karyawan dan konsumen.

“Kita akan melakukan pemanggilan kepada Direktur PDAM dan menanyakan solusi apa yang bisa diberikan, bahkan harus ada keterlibatan dari pemerintah disini,” kata T Sofianus, DPRK Kota Lhokseumawe.

Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments