Lhokseumawe – Pujatvaceh.com – Satuan tugas penanganan pengungsi Rohingya, Kota Lhokseumawe, menyatakan sejak ditampung pada 31 desember 2021,  sebanyak 36 wanita dari 105 imigran Rohingya, kabur atau melarikan diri, dari tempat pengungsian sementara di balai latihan kerja (BLK), Desa Meunasah Mee Kandang, Kecamatan Muara Dua,  Kota Lhokseumawe.

Juru bicara satuan tugas penanganan pengungsi Rohingya Kota Lhokseumawe Marzuki, mengatakan, mereka melarikan diri dengan merusak pagar belakang camp pengungsian, saat petugas penjagaan sedang lengah.

Menurutnya,  imigran Rohingya yang kabur itu terjadi beberapa kali, yakni pada tahap pertama sebanyak delapan orang, sehari kemudian, enam pengungsi lainnya mencoba kabur, namun dapat digagalkan oleh petugas jaga.

Selanjutnya empat imigran berhasil kabur, dan selang sehari kemudian disusul sembilan imigran Rohingya lainnya meninggalkan tempat pengungsian tersebut.

Ditambah pada 1 februari lalu sekitar tujuh imigran kembali kabur, dan sisanya pada 2 februari kemarin. Kini imigran yang tersisa di camp sementara, sebanyak 69 orang, dan 3 imigran Rohingya yang datang dari Malaysia.

Untuk mengantisipasi para pengungsi kembali kabur, satgas telah memasang empat kamera pemantau (CCTV) di beberapa titik lokasi pengungsian.

“Jumlah pengungsi sebelumnya 108 orang, sampai hari Kamis kemarin jumlah pengungsi yang tersisa 72 orang dan yang telah melarikan diri sebanyak 36 orang dengan empat kali pelarian. Terkait dengan pengawalan dari awal pengawasan sudah dilakukan dengan menempatkan petugas pengamanan dari TNI dan Polri serta Security dari UNHCR serta ada pengamanan dari Gampong sebanyak 6 orang, rata rata mereka melarikan diri dari pagar belakang yang dibobol oleh mereka untuk meloloskan diri. Semenjak sepekan terakhir telah memasang 4 unit CCTV untuk pengawasan melalui elektronik terhadap pengungsi yang akan kabur” Ungkap Marzuki selaku Juru Bicara Satgas Penanganan Pengungsi Rohingya Kota Lhokseumawe

Untuk  mengantisipasi adanya tindak pidana perdagangan orang (TPPO) yang melibatkan warga negara Indonesia, pemerintah Kota Lhokseumawe mendesak lembaga PBB UNHCR untuk segera memindahkan imigran gelap tersebut ke lokasi penampungan permanen di Medan, Sumatera Utara.

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments