Kisah Julian, Pengrajin Rotan yang Jaga Warisan Keluarga di Langsa

Kota Langsa – Pujatv.com : Di kawasan Tugu, Kota Langsa, seorang perajin rotan bernama Julian masih setia menekuni pekerjaan yang sudah digeluti sejak tahun 1990-an. Di saat banyak produk perabot dibuat dengan mesin, Julian tetap mengandalkan keterampilan tangan untuk menghasilkan berbagai kerajinan rotan bernilai seni.
Setiap hari dirinya bekerja di bengkel kecil milik bibinya yang terletak tak jauh dari Tugu Langsa. Dari tempat itu, Julian menganyam rotan menjadi kursi, meja, maupun pernak-pernik rumah tangga. Untuk produk berukuran besar, Julian mampu menyelesaikannya dalam waktu sekitar tiga hari, sedangkan untuk kerajinan kecil, dirinya dapat membuat tiga unit dalam sehari.

Untuk bahan baku, Julian mengandalkan suplai rotan dari pemasok lokal yang masih mudah didapat. Hal ini membuatnya tetap bisa berproduksi secara rutin, meskipun menggunakan peralatan yang sederhana.
Dalam pemasaran, Julian mengaku masih mengandalkan penjualan secara offline, karena belum terbiasa menggunakan teknologi untuk pemasaran online. Harga produk rotan yang dibuatnya bervariasi, mulai dari lima puluh ribu hingga jutaan rupiah, tergantung jenis dan kesulitan pembuatannya.
Produk paling banyak diminati adalah kursi santai dan tempat lampu dari rotan. Dalam sebulan, Julian bisa menjual hingga 20 produk, tergantung pesanan yang masuk.

Menurut Julian, produk rotan masih memiliki banyak peminat, namun karena bahan baku cenderung mahal dan proses pembuatannya memerlukan ketelitian, harganya jadi lebih tinggi dibanding produk pabrikan.
Meskipun demikian, usaha yang sudah berjalan lebih dari tiga dekade ini tetap bertahan berkat kualitas dan kepercayaan pelanggan. Julian berharap ada dukungan dan pelatihan bagi perajin kecil untuk belajar pemasaran digital, agar produk rotan dari Langsa bisa dikenal lebih luas.





