Kisah Bocah Disabilitas Bertahan dari Bencana di Langkahan Aceh Utara

Aceh Utara – Pujatv.com : Di antara hiruk-pikuk pengungsian pascabanjir bandang yang melanda Desa Buket Linteung, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, terselip kisah pilu seorang bocah bernama Muhammad Arsya. Di usianya yang baru menginjak 7 tahun, Arsya harus menerima kenyataan pahit. Ia menyandang disabilitas dan tidak dapat berjalan, sementara rumah tempatnya berlindung telah hilang disapu derasnya banjir.
Kini, Arsya terpaksa menjalani hari-harinya di bawah tenda pengungsian yang serba terbatas. Tubuh kecilnya hanya bisa terduduk lesu, menyaksikan kondisi sekitar dengan tatapan kosong. Pemandangan paling menyayat hati terjadi setiap kali bantuan kemanusiaan tiba. Saat anak-anak seusianya berlarian, saling berebut makanan dan bingkisan, Arsya hanya bisa diam, tak mampu bergerak mendekat.

Ketidakberdayaan itu terekam jelas saat jurnalis Puja TV mengunjungi lokasi pengungsian pada Selasa, 16 Desember 2025. Di bawah tenda darurat, Arsya tampak memeluk lututnya, menahan lelah dan dingin, sementara senyum yang seharusnya menghiasi wajah anak seusianya nyaris tak terlihat.
Orang tua Arsya mengaku pasrah dengan keadaan, namun tetap menyimpan harapan besar. Mereka berharap adanya perhatian dari para dermawan maupun pemerintah, khususnya bantuan kursi roda, agar Arsya dapat bergerak dan menjalani aktivitas seperti anak-anak lainnya.

Banjir bukan hanya merenggut harta benda keluarga kecil ini, tetapi juga memperberat beban hidup seorang anak yang sejak awal telah berjuang dengan keterbatasan fisik. Kisah Muhammad Arsya menjadi potret nyata bahwa di balik angka dan data bencana, ada luka kemanusiaan yang membutuhkan uluran tangan lebih dari sekadar bantuan makanan.
Sementara itu, geuchik Gampong Buket Linteung berharap pemerintah segera menyediakan tempat tinggal yang layak agar kesehatan anak-anak tidak terancam.
Di tenda pengungsian Buket Linteung, Arsya masih menunggu bukan hanya bantuan, tetapi juga harapan agar ia bisa menjalani masa kecilnya dengan lebih layak dan bermartabat.





