Pemkab Nagan Raya Salurkan Perlengkapan Sekolah untuk Penyintas Banjir

Nagan Raya – Pujatv.com : Pemerintah Kabupaten Nagan Raya membagikan ratusan paket alat perlengkapan sekolah kepada anak-anak korban banjir bandang di Beutong Ateuh Banggalang, Kabupaten setempat. Bantuan ini diharapkan dapat membantu meringankan beban para siswa yang kehilangan perlengkapan sekolah akibat bencana banjir beberapa waktu lalu.
Pascabencana banjir bandang yang melanda kawasan Beutong Ateuh Banggalang beberapa minggu lalu, aktivitas belajar mengajar di kawasan tersebut terhenti total. Pasalnya, tiga sekolah di wilayah tersebut rata terbawa arus sungai yang deras saat banjir, sehingga siswa di tiga sekolah itu harus kehilangan tempat belajar dan perlengkapan sekolah mereka dalam sekejap.

Menindaklanjuti hal tersebut, Pemerintah Kabupaten setempat langsung bergerak cepat dengan mulai membagikan sekitar 309 paket perlengkapan sekolah, mulai dari tas, seragam, hingga perlengkapan sekolah lainnya.
Diharapkan dengan adanya bantuan perlengkapan sekolah ini, aktivitas belajar mengajar dapat kembali berjalan meskipun belum maksimal sepenuhnya, serta semangat siswa tidak menurun pascabanjir melanda kawasan tersebut. Selain memulihkan aktivitas belajar, Pemerintah Nagan Raya juga mulai kembali mendistribusikan beberapa keperluan alat sekolah, seperti buku mengajar dari tingkat SD hingga SMP di wilayah terdampak banjir tersebut.

Salah seorang siswi SMP desa tersebut, Syakila, mengatakan sejak hari kedua banjir, tiga sekolah di wilayah itu tidak bisa digunakan lagi. Ia juga menyebutkan anak-anak di desa tersebut sudah tidak bersekolah pascabanjir yang melanda.
Sementara itu, Bupati Nagan Raya, Teuku Raja Keumangan, menyebutkan pihaknya tidak hanya memberikan paket perlengkapan sekolah saja, namun juga akan segera memperbaiki kerusakan infrastruktur sekolah di Desa Beutong Ateuh agar proses belajar mengajar dapat kembali normal pascabanjir. Meskipun sekolah mereka sudah hancur total, pemerintah berharap aktivitas belajar dapat berjalan seperti biasa meskipun belum maksimal seratus persen.





