Rehabilitasi Sawah di Aceh dengan Sistem Padat Karya, Petani Diberi Upah Harian

Newspaper Theme

Terkininew
Berita terkini

Newspaper Theme

Rehabilitasi Sawah di Aceh dengan Sistem Padat Karya, Petani Diberi Upah Harian

Aceh Utara – Pujatv.com : Rehabilitasi sawah terdampak bencana di Sumatera telah dimulai dan diawali dari Aceh. Hal ini disampaikan oleh Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman saat mengunjungi dan memberikan sejumlah bantuan dari pemerintah pusat di Desa Pinto Makmur, Kecamatan Muara Batu, Aceh Utara, pada 15 Januari 2026, dalam program rehabilitasi dan penanaman kembali sawah terdampak banjir serta longsor di wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Hal ini dilakukan pemerintah melalui Kementerian Pertanian guna memulihkan produksi pangan dan menjaga pendapatan petani, serta memastikan musim tanam berjalan normal.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan, pemulihan sawah menjadi tanggung jawab pemerintah dengan perhatian penuh sejak bencana terjadi, demi memastikan respons cepat dan keberlanjutan bantuan bagi masyarakat terdampak.

Amran menyebutkan, sekitar 90 hingga 95 persen lahan terdampak ringan dan sedang ditargetkan segera dipulihkan, disertai bantuan benih gratis serta pengolahan lahan dan pupuk yang ditanggung oleh pemerintah, agar petani dapat kembali menanam tepat waktu.

Program rehabilitasi dilakukan melalui padat karya dengan melibatkan langsung petani pemilik lahan. Upah harian dibayar oleh pemerintah pusat untuk menciptakan lapangan kerja lokal, meskipun pekerjaan dilakukan di lahan milik sendiri.

Berdasarkan laporan, total kerusakan di tiga provinsi mencapai kurang lebih 100 ribu hektare yang akan direhabilitasi. Pekerjaan dilakukan mulai dari lahan dengan kategori rusak ringan, sedang, hingga terakhir lahan yang rusak berat.

Sawah terdampak bencana di wilayah Aceh secara keseluruhan mencapai 54.233 hektare yang tersebar di 21 kabupaten dan kota, dengan rincian kategori kerusakan ringan seluas 23.893 hektare, sedang 8.759 hektare, dan berat 21.851 hektare.

Untuk tahap awal, rehabilitasi dilakukan seluas 13.707 hektare yang tersebar di Aceh 6.530 hektare, Sumatera Utara 6.593 hektare, dan Sumatera Barat 3.624 hektare.

Dalam rehabilitasi dan penanaman tahap awal, Kementerian Pertanian menerjunkan 43 unit alat dan mesin pertanian, mulai dari traktor hingga pesawat tanpa awak atau drone, serta menyalurkan bibit padi dan 200 ton pupuk urea.

Menteri Pertanian juga mendengarkan langsung keluh kesah petani dan segera memberikan solusi agar petani di Aceh Utara dapat kembali beraktivitas seperti semula dan memperoleh penghasilan.

Newspaper Theme

Kagama Bangun 26 Huntara untuk Penyintas Banjir Aceh Tamiang

Kagama Bangun 26 Huntara untuk Penyintas Banjir Aceh Tamiang Aceh Tamiang – Pujatv.com Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (Kagama) membangun 26 unit hunian sementara (huntara)...

Wamen Komdigi Nezar Patria Soroti Masih Banyak Blank Spot Internet di Aceh Tamiang

Wamen Komdigi Nezar Patria Soroti Masih Banyak Blank Spot Internet di Aceh Tamiang   Aceh Tamiang – Pujatv.com Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi) RI, Nezar...

BDI PT Perta Arun Gas Lhokseumawe Gelar Khitanan Massal Premium Quality Ceria

BDI PT Perta Arun Gas Lhokseumawe Gelar Khitanan Massal Premium Quality Ceria Lhokseumawe – Pujatv.com Badan Dakwah Islam (BDI) PT Perta Arun Gas (PAG) bekerja...

Sumur Minyak Ilegal di Aceh Timur Terbakar, Satu Truk Hangus

Sumur Minyak Ilegal di Aceh Timur Terbakar, Satu Truk Hangus Aceh Timur – Pujatv.com Sebuah sumur minyak ilegal atau penambangan minyak tradisional yang diduga milik...

POPULERnew
Berita terpopuler