Banjir bandang lumpuhkan ekonomi Desa Rantau Panjang

Aceh Timur – Pujatv.com : Banjir bandang yang melanda Desa Rantau Panjang, Kecamatan Simpang Jernih, Kabupaten Aceh Timur, tidak hanya merusak fasilitas umum dan pemukiman warga, tetapi juga melumpuhkan sumber utama perekonomian masyarakat setempat.
Tiga komoditas andalan warga, yaitu nilam, pinang, dan durian, dilaporkan rusak parah akibat terjangan banjir.
Sekitar 80 persen tanaman nilam, pinang, dan durian yang selama ini menjadi sumber pendapatan warga secara turun-temurun, hancur diterjang banjir besar yang membawa material kayu gelondongan.
Kondisi ini membuat warga kehilangan mata pencaharian dalam waktu singkat. Tak hanya kerusakan tanaman, warga juga harus menghadapi anjloknya harga minyak nilam.

Jika sebelumnya minyak nilam dijual hingga 1 juta rupiah per liter, kini harganya turun drastis menjadi sekitar 600 ribu rupiah per liter.
Ironisnya, penjualan pun terhambat karena akses jalan menuju pusat Kecamatan Simpang Jernih masih terisolir akibat banjir.
Akibatnya, sebagian warga terpaksa menyimpan hasil produksi dan berharap dapat menjualnya kembali saat akses jalan dan harga kembali normal.
Banjir bandang tersebut juga berdampak luas pada infrastruktur desa. Sekitar 80 persen wilayah Desa Rantau Panjang terdampak, mulai dari fasilitas umum hingga rumah-rumah warga juga ikut rusak.

Saed Ridduwan, keuchik Desa Rantau Panjang, mengatakan bahwa perekonomian warga sangat bergantung pada hasil nilam, pinang, dan durian. Jika rusak, maka lumpuhlah ekonomi warganya.
Ia menambahkan, hingga kini akses menuju desa masih sangat terbatas. Satu-satunya jalur yang dapat ditempuh adalah melalui sungai, dengan waktu perjalanan sekitar dua jam dari pusat Kecamatan Simpang Jernih.
Pemerintah desa berharap agar jalur darat melalui perkebunan PT 66 segera dibuka kembali, dan sejumlah jembatan yang rusak dapat segera diperbaiki. Menurutnya, tanpa itu, pemulihan ekonomi warga akan sangat lambat.





