Dua Bulan Pasca Bencana, Warga Pidie Jaya Belum Punya Rumah dan Masih Tertimbun Lumpur

Pidie Jaya – Pujatv.com Dua bulan telah berlalu sejak bencana banjir bandang dan tanah longsor melanda Kabupaten Pidie Jaya. Namun hingga kini, luka dan duka warga belum juga pulih. Di tengah reruntuhan bangunan dan lumpur yang mengeras, sejumlah warga masih berjuang bertahan hidup dengan kondisi serba terbatas.
Lumpur tebal bercampur kayu-kayu besar, sisa terjangan banjir bandang, masih menimbun rumah-rumah warga dengan ketinggian mencapai dua hingga tiga meter. Kondisi tersebut membuat banyak rumah tidak lagi layak untuk dihuni.
Di Desa Blang Cut, Kecamatan Meurah Dua, lumpur yang kini telah mengeras seakan menjadi saksi bisu betapa dahsyatnya bencana yang pernah terjadi. Di balik tumpukan lumpur itu, tersimpan kisah kehilangan sekaligus harapan yang belum padam.

Nurma, salah seorang warga Desa Blang Cut, hanya bisa terdiam memandangi rumahnya yang kini tak lagi layak ditempati. Lumpur keras menutupi setiap ruangan, sebagian dinding rumah hancur, dan kenangan hidup seolah terkubur bersama material banjir.
Nurma mengaku tidak sanggup membersihkan rumahnya sendiri. Keterbatasan tenaga dan biaya membuatnya hanya bisa berharap. Harapan itu sederhana, yakni dapat segera menempati hunian sementara sebelum bulan suci Ramadan tiba, sambil menunggu realisasi hunian tetap dari pemerintah.
Untuk sementara waktu, Nurma terpaksa menumpang di rumah kerabat. Ia memilih tidak tinggal di pengungsian karena kondisi yang berdebu serta dinginnya angin malam yang kerap membuat tubuhnya jatuh sakit.

Di tengah keterbatasan yang masih mereka alami, warga Pidie Jaya terus menyimpan harapan agar perhatian dan penanganan serius segera hadir. Bagi mereka, rumah bukan sekadar bangunan, melainkan tempat untuk kembali menata kehidupan setelah bencana merenggut segalanya.





