Wali Kota Lhokseumawe Launching Mesin Pengolah Sampah, Jamin Tak Jadi Proyek Mangkrak

Lhokseumawe – Pujatv.com Wali Kota Lhokseumawe, Sayuti Abubakar, meluncurkan mesin pengolahan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Gampong Alue Liem, Kecamatan Blang Mangat, Kota Lhokseumawe, Selasa (10/2/2026). Peluncuran ditandai dengan penandatanganan prasasti dan pengguntingan pita.
Dalam kegiatan tersebut, Sayuti Abubakar didampingi Wakil Wali Kota Lhokseumawe Husaini serta sejumlah unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Launching ini menjadi bagian dari upaya mendukung salah satu program unggulan pembangunan Kota Lhokseumawe, yakni program Broh Jeut Keu Peng.
Program yang bermakna “sampah menjadi uang” ini kini mulai direalisasikan di bawah pengelolaan Dinas Lingkungan Hidup Kota Lhokseumawe yang dipimpin oleh Plt Kepala Dinas, Muhammad Nasir. Pemerintah Kota Lhokseumawe mengoperasikan berbagai mesin pengolahan sampah dengan nilai investasi mencapai Rp6,6 miliar.

Pemko Lhokseumawe meyakini pengolahan sampah berbasis teknologi ini ke depan tidak hanya mampu mengurangi volume sampah, tetapi juga berpotensi meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) serta membuka lapangan kerja baru.
Pada kesempatan tersebut, Wali Kota Sayuti Abubakar juga meninjau langsung sejumlah mesin yang telah beroperasi dan menghasilkan produk. Produk yang dihasilkan di antaranya kantong plastik atau trash bag dari plastik daur ulang, serta batako yang dibuat dari residu sampah dengan campuran pasir hasil pecahan kaca.
Selain itu, melalui mesin pirolisis pengolahan sampah plastik, juga dihasilkan produk setara bahan bakar seperti bensin, minyak tanah, dan solar. Mesin ini dirancang oleh tenaga ahli lulusan Institut Teknologi Bandung (ITB) dan didukung akademisi serta tenaga terampil lainnya.
Di lokasi yang sama, juga terdapat insinerator pembakaran sampah yang telah mengantongi sertifikat kelayakan sehingga dinilai aman dan tidak mencemari lingkungan. Pengelolaan limbah cair dari proses tersebut juga diklaim dilakukan dengan sistem yang ramah lingkungan.
Wali Kota Lhokseumawe menegaskan, program pengolahan sampah dengan teknologi modern ini dipastikan tidak akan menjadi proyek mangkrak, meskipun Pemerintah Kota Lhokseumawe saat ini masih menghadapi keterbatasan keuangan.

Sayuti Abubakar menyatakan komitmennya bahwa dalam lima tahun ke depan, program Broh Jeut Keu Peng akan memberikan dampak nyata bagi pembangunan Kota Lhokseumawe serta kesejahteraan masyarakat, sekaligus mendukung terwujudnya konsep smart city.
Berdasarkan pantauan di lokasi TPA Alue Liem, meskipun tumpukan sampah terlihat menggunung, tidak tercium bau menyengat maupun banyak lalat. Ke depan, kawasan TPA ini direncanakan akan ditanami berbagai jenis tanaman sehingga dapat berfungsi sebagai ruang terbuka hijau, sekaligus lokasi edukasi dan pelatihan pengelolaan sampah modern.





