Sepanjang 2025, 39 Ribu Hektare Hutan Aceh Hilang

Banda Aceh — Pujatv.com Laju kerusakan hutan di Aceh kian mengkhawatirkan. Sepanjang tahun 2025, Aceh tercatat kehilangan hampir 40 ribu hektare tutupan hutan. Angka ini melonjak drastis dan menjadi yang tertinggi dalam satu dekade terakhir.
Yayasan Hutan Alam dan Lingkungan Aceh (HAkA) mencatat, sepanjang 2025 Aceh kehilangan tutupan hutan seluas 39.687 hektare. Angka tersebut meningkat lebih dari 274 persen dibandingkan tahun 2024. Lonjakan ini dinilai tidak dapat semata-mata dipandang sebagai dampak bencana alam.
Berdasarkan temuan lapangan, kerusakan hutan berkaitan erat dengan pola kejahatan kehutanan yang terstruktur dan telah berlangsung lama, terutama di kawasan hutan negara. Verifikasi berbasis komunitas yang dilakukan HAkA menunjukkan sekitar 80 persen kehilangan tutupan hutan justru terjadi di dalam kawasan hutan negara.

Kawasan itu meliputi hutan lindung, hutan produksi, taman nasional, hingga suaka margasatwa yang seharusnya menjadi pelindung ekologis dan penyangga kehidupan masyarakat. Lebih memprihatinkan lagi, sekitar 71 persen kehilangan tutupan hutan terjadi di dalam Kawasan Ekosistem Leuser.
Bentang alam strategis ini selama ini menopang sistem hidrologi, menjaga keanekaragaman hayati, serta menjadi sumber kehidupan bagi jutaan warga Aceh. Temuan tersebut memperlihatkan bahwa tekanan terbesar justru terjadi di kawasan yang seharusnya menjadi benteng terakhir perlindungan lingkungan.
Manager GIS HAkA, Lukmanul Hakim, dalam diskusi bertajuk “Kehilangan Tutupan Hutan dan Dinamika Risiko Bencana di Aceh” di Banda Aceh, menyebut sebagian kehilangan tutupan hutan pada akhir 2025 memang berkaitan dengan rangkaian bencana hidrometeorologi, seperti banjir besar dan longsor yang terjadi pada November hingga Desember 2025. Namun, tren peningkatan kehilangan hutan, menurutnya, telah terjadi sebelum bencana besar tersebut melanda.

Lukmanul juga menegaskan bahwa kerusakan hutan yang berlangsung selama beberapa dekade terakhir telah menurunkan daya lenting ekologis Aceh. Ketika tutupan hutan di kawasan hulu, daerah aliran sungai, dan lahan gambut terus melemah, cuaca ekstrem menjadi lebih mudah berkembang menjadi bencana berskala besar.
Ia menilai dinamika kehilangan tutupan hutan memiliki hubungan erat dengan meningkatnya risiko bencana di wilayah Aceh.





