Prihatin Penanganan Bencana, Mahasiswa Datangi Kantor Gubernur Aceh

Banda Aceh – Pujatv.com Sejumlah pemuda yang tergabung dalam Gerakan Anak Muda Pembela Tanoh Aceh (GAMPATA) menggelar aksi damai di halaman Kantor Gubernur Aceh, Senin siang kemarin. Mereka menuntut keterbukaan penggunaan dana Transfer ke Daerah (TKD) yang dikucurkan pemerintah pusat ke Aceh karena dinilai belum transparan dan belum sepenuhnya dirasakan masyarakat terdampak bencana.
Dana TKD yang disebut mencapai sekitar Rp1,6 triliun hingga kini dinilai belum jelas pola penggunaan dan distribusinya. Massa aksi juga menilai distribusi dana dari pemerintah daerah ke kabupaten/kota belum berjalan optimal.
Sejumlah wilayah terdampak bencana seperti Gayo Lues, Aceh Tamiang, Aceh Tenggara, Bener Meriah, dan Aceh Tengah bahkan disebut masih mengalami kekurangan bantuan dasar.
Selain TKD, Koordinator GAMPATA, Syahputra Ariga, mengatakan pihaknya juga menyoroti penggunaan Belanja Tidak Terduga (BTT) yang dialokasikan untuk penanganan banjir besar di Aceh pada akhir November 2025 lalu. Realisasi dana BTT dinilai belum memberikan dampak signifikan bagi masyarakat terdampak.

Mereka juga menemukan adanya dugaan kejanggalan dalam data anggaran. Perbedaan mencolok muncul antara catatan Pemerintah Aceh dan data Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK) pada Kementerian Keuangan Republik Indonesia.
Dalam dokumen resmi, Pemerintah Aceh mencatat pagu BTT sebesar Rp3,18 miliar, sementara data DJPK menunjukkan angka Rp45,42 miliar.
Ariga menambahkan, dalam perubahan APBA 2025, anggaran BTT bahkan melonjak drastis dari Rp3,1 miliar menjadi Rp80,1 miliar. Menurutnya, lonjakan tersebut harus dijelaskan secara terbuka kepada publik, termasuk peruntukan dan realisasi penggunaannya.

Untuk itu, GAMPATA mendesak Pemerintah Aceh memberikan klarifikasi terkait pengelolaan dana TKD dan BTT serta membuka seluruh data penggunaan anggaran kepada publik, termasuk bantuan logistik yang masuk ke Aceh.





