Rusia Klaim Gagalkan Serangan Drone Besar Ukraina

Moskow – Pujatv.com Konflik antara Rusia dan Ukraina yang telah berlangsung lebih dari empat tahun masih terus memanas. Dalam perkembangan terbaru, Rusia mengklaim berhasil menggagalkan serangan drone besar-besaran yang dilancarkan Ukraina ke sejumlah wilayah strategis, termasuk ibu kota Moskwa.
Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan sistem pertahanan udara mereka berhasil mencegat dan menghancurkan 172 drone Ukraina dalam semalam. Serangan tersebut disebut menjangkau sejumlah kawasan penting, termasuk wilayah Laut Azov, Laut Hitam, hingga area yang mengarah ke Moskwa.
Wali Kota Moskwa, Sergei Sobyanin, mengatakan pasukan pertahanan udara Rusia berhasil menembak jatuh sedikitnya 60 drone yang menuju ibu kota. Menurutnya, serangan tersebut merupakan salah satu gelombang serangan drone terbesar yang menargetkan Moskwa sepanjang tahun 2026.

Otoritas Rusia juga melaporkan adanya kerusakan pada fasilitas kilang minyak di wilayah Moskwa akibat serangan tersebut. Sementara itu, pihak Ukraina menyebut operasi itu sebagai respons atas meningkatnya serangan udara Rusia ke wilayah Ukraina dalam beberapa pekan terakhir.
Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, menyatakan operasi tersebut menunjukkan kemampuan serangan jarak jauh yang dimiliki Ukraina. Ia mengatakan target yang diserang berada sekitar 500 kilometer dari titik peluncuran drone.
Di wilayah Krasnodar, Rusia selatan, sebuah fasilitas penyimpanan minyak dilaporkan terbakar setelah terkena puing-puing drone yang berhasil ditembak jatuh. Sementara itu, di Kota Elektrostal yang berada di sebelah timur Moskwa, sebuah bangunan permukiman dilaporkan mengalami kerusakan akibat dampak serangan.

Hingga saat ini belum ada laporan korban jiwa dalam rangkaian serangan drone yang terjadi di sejumlah wilayah Rusia. Namun insiden tersebut kembali menunjukkan bahwa konflik antara Rusia dan Ukraina masih berlangsung dengan intensitas tinggi, meskipun berbagai upaya diplomasi dan perdamaian terus dilakukan oleh berbagai pihak.
Perkembangan terbaru ini menambah daftar panjang eskalasi konflik yang masih membayangi kawasan Eropa Timur, sekaligus memperlihatkan bahwa kedua pihak masih terus mempertahankan kemampuan militer mereka di tengah belum tercapainya penyelesaian politik yang permanen.





