Warga Protes BPJN Aceh Hentikan Perbaikan Jalan Tajuk Enang-Enang

Bener Meriah – Pujatv.com Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh menghentikan sementara penggunaan dan perbaikan swadaya Jalan Tajuk Enang-Enang yang menjadi jalur penghubung Takengon–Bireuen di Kabupaten Bener Meriah. Kebijakan tersebut diambil karena kondisi tanah pascabencana dinilai masih labil dan berisiko membahayakan keselamatan masyarakat. Namun, keputusan itu memicu protes dari sejumlah warga.
Penghentian aktivitas perbaikan dan penutupan jalur Tajuk Enang-Enang di Kecamatan Pintu Rime Gayo menimbulkan kekecewaan di kalangan masyarakat. BPJN Aceh menegaskan langkah tersebut dilakukan demi keselamatan pengguna jalan, mengingat kondisi tanah di kawasan terdampak banjir dan longsor masih belum stabil.
Pelaksana Tugas Kepala BPJN Aceh, Zulkarnaini, bersama rombongan meninjau langsung kondisi ruas jalan tersebut. Di hadapan warga yang sedang bergotong royong melakukan perbaikan secara swadaya, BPJN Aceh menginstruksikan agar seluruh aktivitas perbaikan dihentikan untuk sementara waktu.

Zulkarnaini menyampaikan masyarakat diarahkan menggunakan jalur alternatif Wer Lah demi keselamatan bersama. Ia juga menjelaskan bahwa perbaikan jalan telah masuk dalam rencana penanganan tahun 2026, sementara pembangunan permanen dijadwalkan pada tahun 2027.
Meski demikian, keputusan tersebut mendapat penolakan dari warga dan tokoh masyarakat setempat. Mereka bersikeras melanjutkan pengaspalan karena dana donasi masyarakat telah digunakan untuk membayar kontraktor yang mengerjakan perbaikan jalan.
Sejumlah warga lainnya juga mengaku kecewa karena jalur vital tersebut telah terbengkalai selama sekitar tujuh bulan sejak bencana yang terjadi pada akhir November 2025 lalu. Mereka menilai perbaikan swadaya menjadi satu-satunya upaya agar akses transportasi kembali normal.

Di sisi lain, BPJN Aceh mengingatkan bahwa pengaspalan dalam kondisi tanah yang belum stabil berpotensi sia-sia dan berisiko rusak kembali apabila kawasan tersebut diguyur hujan dengan intensitas tinggi.
Sebagai solusi sementara, BPJN Aceh meminta seluruh pengguna jalan memanfaatkan jalur alternatif Wer Lah. Sementara itu, pemerintah melalui kementerian terkait menyebut pembangunan jalan dan jembatan permanen di kawasan Tajuk Enang-Enang direncanakan memasuki tahap konstruksi penuh secara berkelanjutan pada tahun 2027 mendatang.





