Kepala BRIN dukung riset Unimal untuk wujudkan Indonesia Emas 2045

Aceh Utara – Pujatv.com Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Arif Satria, menyampaikan dukungannya terhadap penguatan riset dan inovasi di lingkungan Universitas Malikussaleh sebagai bagian dari upaya mewujudkan Indonesia Emas 2045.
Kehadiran Arif Satria dalam rangka Dies Natalis ke-57 Universitas Malikussaleh disambut hangat oleh Rektor Unimal, Herman Fitra. Orasi ilmiah yang berlangsung di Auditorium Tgk. Abdul Wahab Dahlawy, Kampus Reuleut, Aceh Utara, pada Senin, 22 Juni 2026, berlangsung dalam suasana penuh antusias dan mendapat perhatian civitas akademika.
Dalam orasinya yang mengusung tema “Riset Berdampak, Menuju Indonesia Emas 2045”, Arif menegaskan bahwa riset, inovasi, dan penguasaan teknologi merupakan fondasi utama bagi Indonesia untuk menjadi negara maju pada tahun 2045.

Ia mengajak mahasiswa, dosen, dan seluruh kalangan akademisi untuk mengambil peran strategis dalam menghadapi berbagai perubahan global melalui penguatan riset dan inovasi yang mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Menurutnya, dunia saat ini tengah menghadapi berbagai tantangan besar yang dipengaruhi dinamika geopolitik, perkembangan teknologi yang sangat cepat, serta persoalan lingkungan. Karena itu, sumber daya manusia Indonesia dituntut tidak hanya mampu beradaptasi, tetapi juga menjadi motor penggerak perubahan.
Arif juga menyoroti bonus demografi yang diperkirakan masih dimiliki Indonesia hingga sekitar tahun 2030. Peluang tersebut, menurutnya, harus dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan daya saing bangsa melalui peningkatan kualitas pendidikan, riset, dan inovasi.
Ia menambahkan bahwa tingkat kemajuan suatu negara sangat berkaitan dengan kemampuan inovasinya. Saat ini Indonesia masih berada pada kelompok negara dengan indeks inovasi menengah sehingga diperlukan penguatan kapasitas riset agar mampu bersaing dengan negara-negara maju.

Dalam kesempatan tersebut, Arif turut menyinggung perkembangan pesat kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) yang diperkirakan akan mengubah berbagai sektor pekerjaan di masa depan. Meski demikian, ia meyakini masih banyak aspek kemanusiaan yang tidak dapat sepenuhnya digantikan oleh teknologi.
Arif menilai perguruan tinggi memiliki peran penting sebagai pusat lahirnya inovasi yang mampu menjawab berbagai persoalan masyarakat, khususnya di daerah. Karena itu, hasil penelitian yang dihasilkan kampus harus dapat diterapkan dan dimanfaatkan secara luas oleh industri maupun masyarakat.
Melalui kolaborasi yang kuat antara perguruan tinggi, pemerintah, dan dunia industri, BRIN berharap berbagai hasil riset yang lahir dari Universitas Malikussaleh dapat memberikan dampak nyata bagi pembangunan daerah, khususnya di Aceh, sekaligus mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045.





