Mendikdasmen Tinjau dan Resmikan Sekolah Hasil Revitalisasi di Pidie


Pidie – Pujatv.com Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, meninjau sekaligus meresmikan sejumlah sekolah hasil revitalisasi di Kabupaten Pidie, Aceh, Senin (22/6/2026). Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan proses pemulihan sarana pendidikan pascabencana berjalan sesuai rencana serta mendukung kelancaran kegiatan belajar mengajar.
Dalam kunjungan kerjanya, Abdul Mu’ti meninjau SD Negeri Utue di Desa Seuriweuk, Kecamatan Pidie Utue, dan menghadiri peresmian revitalisasi sekolah secara simbolis di SMK Negeri 3 Pidie.
Menurut Abdul Mu’ti, revitalisasi sekolah merupakan bagian dari upaya pemerintah mempercepat pemulihan fasilitas pendidikan yang terdampak bencana di Aceh. Ia juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Aceh, Pemerintah Kabupaten Pidie, serta jajaran TNI yang terlibat dalam proses rehabilitasi dan rekonstruksi sekolah.

“Pemerintah menargetkan sebagian besar pembangunan sekolah dapat diselesaikan pada tahun ajaran baru 2026/2027. Sementara bagi sekolah yang masih menunggu proses relokasi, telah disiapkan ruang kelas darurat agar kegiatan belajar mengajar tetap berjalan,” ujarnya.
Berdasarkan data Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Kabupaten Pidie menerima bantuan revitalisasi sekolah tahun 2025 senilai Rp24,17 miliar untuk 21 satuan pendidikan. Bantuan tersebut mencakup satu PAUD, dua SD, empat SMP, 11 SMA, dua SMK, dan satu SLB.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthalamuddin, menjelaskan bahwa tahap awal program revitalisasi difokuskan pada sekolah-sekolah yang terdampak banjir dan bencana alam, khususnya akibat bencana yang terjadi pada akhir November 2025 lalu.
Ia menyebutkan, dari total 3.120 sekolah terdampak bencana di Aceh, sebanyak 2.920 sekolah dinyatakan membutuhkan rehabilitasi setelah dilakukan verifikasi lapangan.

“Sebagian sekolah yang harus direlokasi masih menghadapi kendala penyediaan lahan. Sesuai ketentuan, lahan harus disediakan oleh pemerintah daerah atau yayasan penyelenggara pendidikan sebelum pembangunan dapat dilakukan,” jelasnya.
Di sisi lain, Kepala SMK Negeri 3 Pidie, Masykur, menyambut baik program revitalisasi tersebut. Menurutnya, kondisi sekolah kini jauh lebih baik dibandingkan sebelumnya.
“Sebelum direvitalisasi, sejumlah bangunan mengalami kerusakan seperti atap bocor, dinding retak, lantai rusak, dan berbagai kerusakan lainnya yang mengganggu kenyamanan proses belajar mengajar,” katanya.
Dengan selesainya revitalisasi sejumlah sekolah tersebut, pemerintah berharap kualitas layanan pendidikan di Aceh semakin meningkat dan siswa dapat belajar dengan lebih aman serta nyaman.





