Tokoh Aceh Bahas Ketertinggalan Wilayah Barat Selatan dalam Diskusi Publik

Aceh Selatan – Pujatv.com Puluhan tokoh ulama, para bupati se-Pantai Barat Selatan Aceh, tokoh pemuda, tokoh perempuan, akademisi, mahasiswa, dan santri berkumpul dalam sebuah diskusi publik untuk membahas masa depan pembangunan Aceh, khususnya wilayah Barat Selatan yang dinilai masih tertinggal dibandingkan daerah lain.
Kegiatan yang turut dihadiri anggota DPR RI daerah pemilihan Aceh II serta anggota DPR Aceh tersebut berlangsung di halaman Pesantren Al Wahidul Qahhar, Kecamatan Labuhan Haji, Kabupaten Aceh Selatan. Forum ini menjadi wadah silaturahmi sekaligus pertukaran gagasan antara ulama dan umara dalam merumuskan arah pembangunan yang lebih merata di masa mendatang.
Dalam diskusi tersebut, peserta menyoroti ketimpangan pembangunan infrastruktur dan ekonomi yang masih dirasakan masyarakat di kawasan Barat Selatan Aceh. Wilayah ini dinilai menghadapi berbagai tantangan, mulai dari keterbatasan aksesibilitas, minimnya investasi, hingga belum optimalnya pengembangan potensi daerah.

Sejumlah usulan strategis mengemuka dalam forum, di antaranya peningkatan jalan penghubung antarwilayah, pembangunan Terowongan Geurutee, pembangunan rumah sakit regional, penguatan sektor perikanan dan pertanian, pengembangan destinasi wisata, serta pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Selain pembangunan fisik dan ekonomi, para ulama juga menekankan pentingnya pembangunan karakter, moral, dan akhlak generasi muda. Menurut mereka, kemajuan daerah harus berjalan seiring dengan penguatan nilai-nilai keagamaan dan etika sosial agar pembangunan memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat.
Pada malam harinya, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan Rateb Siribee atau zikir akbar dan doa bersama yang dipimpin oleh Amran Waly Al Khalidy. Kegiatan religius tersebut diikuti para ulama, umara, santri, dan masyarakat sebagai bentuk ikhtiar spiritual untuk memohon keberkahan, persatuan, serta kemajuan Aceh.

Bupati Mirwan menyampaikan dukungannya terhadap berbagai gagasan dan rekomendasi yang lahir dari forum tersebut. Ia berharap hasil diskusi dapat menjadi masukan konstruktif bagi pembangunan kawasan Barat Selatan Aceh.
Seluruh rekomendasi yang dihasilkan dalam forum tersebut akan dirangkum dan disampaikan kepada Pemerintah Aceh serta pemerintah pusat. Diharapkan berbagai masukan dari unsur ulama, umara, akademisi, dan masyarakat dapat menjadi bahan pertimbangan dalam merumuskan kebijakan pembangunan yang lebih adil, merata, dan berkelanjutan bagi wilayah Barat Selatan Aceh.





