Aceh Resmikan Insinerator Limbah B3 Medis, Berpotensi Dongkrak PAD Puluhan Miliar

Banda Aceh – Pujatv.com PT Garda Lestari Ekologi Hutama (PT GLEH) resmi mengoperasikan mesin insinerator limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) medis di kawasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Blang Bintang, Aceh Besar.
Peresmian fasilitas tersebut berlangsung di Hermes Palace Hotel, Banda Aceh, dan disebut menjadi langkah strategis dalam pengelolaan limbah medis di Aceh.
Direktur PT GLEH, T. Emi Syamsyumi atau yang akrab disapa Abu Salam, mengatakan kehadiran fasilitas insinerator ini diharapkan dapat menghentikan ketergantungan pengiriman limbah medis ke luar Aceh.
Menurutnya, selama ini limbah medis dari rumah sakit di Aceh harus dikirim ke Medan hingga Pulau Jawa untuk dimusnahkan, yang membutuhkan biaya besar dan waktu cukup lama.
“Dengan adanya fasilitas ini, Aceh sudah mampu mengelola limbah medis sendiri tanpa harus dikirim ke luar daerah,” ujar Abu Salam.

Ia juga menyebut keberadaan fasilitas pengolahan limbah B3 tersebut berpotensi meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) hingga puluhan miliar rupiah per tahun.
Berdasarkan data yang dimiliki perusahaan, Aceh memiliki sekitar 86 rumah sakit dengan produksi limbah B3 medis diperkirakan mencapai 11 hingga 15 ton per hari.
Sementara itu, mesin insinerator yang saat ini mulai beroperasi memiliki kapasitas awal sekitar enam ton limbah per hari. Kapasitas tersebut nantinya akan ditingkatkan secara bertahap melalui pembangunan fasilitas tambahan.
Untuk mendukung pengembangan fasilitas, PT GLEH juga telah menyewa lahan milik pemerintah di kawasan Ladong, Aceh Besar.

Lahan tersebut direncanakan menjadi pusat pengelolaan limbah terpadu dari hulu hingga hilir, termasuk pengumpulan, pengolahan, hingga pemusnahan limbah B3.
PT GLEH menargetkan proses pembangunan fasilitas tambahan dapat rampung dalam kurun waktu 12 hingga 18 bulan ke depan.
Kehadiran fasilitas insinerator limbah medis ini diharapkan menjadi solusi pengelolaan limbah B3 di Aceh sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui peningkatan PAD dan penguatan sektor layanan lingkungan.





