BANDA ACEH – PUJATVACEH.COM – Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) Nasional kembali merilis zonasi risiko daerah kenaikan kasus Covid-19 mingguan berdasarkan data per 6 Desember 2020. Aceh bertahan di zona oranye, seperti minggu lalu. Semua daerah kabupaten dan kota di Aceh memiliki risiko sedang kenaikan kasus Covid-19.

Hal tersebut dikemukakan oleh Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Pemerintah Aceh, Saifullah Abdulgani—akrab disapa SAG—kepada awak media massa di Banda Aceh, Kamis, 10-12-2020.

“Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) memiliki peluang menjadi zona kuning, zona risiko rendah kenaikan kasus Covid-19,” tutur SAG.

Ia menjelaskan, hasil skoring dan pembobotan indikator epidemiologi, surveilans kesehatan masyarakat, dan pelayanan kesehatan, Abdya memperoleh nilai sama dengan minggu lalu, yaitu 2,4, nyaris masuk dalam rentang nilai zona kuning , yakni 2,41 – 3,0. Kita berharap Abdya meninggalkan zona oranye pada rilis minggu depan, tambah SAG.

Sementara itu, lanjutnya, nilai skoring dan indikator zonasi risiko daerah 22 kabupaten/kota lainnya masih terpaut jauh dengan zona kuning. Bahkan Aceh Singkil saat ini tengah berada di tubir zona merah, dengan nilai 1,81. Rentang nilai kategori zona merah 0 – 1,80, kata SAG.

Selanjutnya, Jubir SAG yang kerap berkomunikasi dengan tim pakar Satgas Covid-19 Nasional itu memaparkan perbedaan nilai indikator dwi mingguan setiap kabupaten/kota ( per 29 November vs 6 Desember 2020), yakni Aceh Selatan (2,38 vs 2,33), Aceh Tenggara (2,39 vs 2,34), Aceh Timur (2,33 vs 2,28), Aceh Tengah (2,17 vs 2,12), dan Aceh Barat (2,18 vs 2,12).

Kemudian, Aceh Besar (2,05 vs 2,09), Pidie (2,23 vs 2,21), Aceh Utara (2,2 vs 2,2), Simeulue (1,92 vs 2,21), Aceh Singkil (1,85 vs 1,81), Bireuen (2,23 vs 2,23), Aceh Barat Daya (2,4 vs 2,4), Gayo Lues (2,21 vs 2,26), Aceh Jaya (2,2 vs 2,16), Nagan Raya (2,19 vs 2,29), dan Aceh Tamiang (2,07 vs 2,06).

Selanjutnya, Bener Meriah (2,0 vs 2,07), Pidie Jaya (2,11 vs 2,17), Kota Banda Aceh (2,03 vs 2,13), Kota Sabang (2,2 vs 2,16), Kota Lhokseumawe (2,12 vs 2,16), Kota Langsa (2,23 vs 2,13), dan Kota Subulussalam (2,05 vs 2,1).

SAG mengatakan, hasil skoring dan pembobotan dwimingguan itu menggambarkan dinamika penanganan pandemi Covid-19 di setiap daerah, ada yang kian baik kondisinya, ada yang tetap, dan ada juga yang menurun. Yang kondisinya membaik diharapkan menjadi zona kuning pada rilis Satgas Nasional berikutnya, harap SAG.

“Alih-alih lengah, kita malah harus lebih keras melawan keganasan virus corona untuk memperbaiki kondisi daerah menuju zona kuning, zona yang dinilai relatif aman bagi anak-anak kita untuk belajar tatap muka, pada awal tahun depan,” ujar SAG.

Pidie Sembuh Paling Banyak

Selanjutnya, seperti biasa, Juru Bicara Covid-19 Aceh itu melaporkan kasus akumulatif Covid-19, sejak kasus pertama diumumkan pada 27 Maret 2020 silam. Jumlah akumulatif kasus Covid-19 Aceh sudah mencapai 8.458 orang. Penderita yang dirawat saat ini 819 orang, sembuh 7.309 orang, dan 330 orang meninggal dunia.

Kasus baru konfirmasi positif Covid-19 bertambah sebanyak 8 orang, yang meliputi warga Kabupaten Aceh Besar sebanyak 6 orang, warga Kota Banda Aceh sebanyak 1 orang, dan 1 orang lainnya merupakan warga dari luar daerah.

Sementara itu, penderita Covid-19 yang dilaporkan sembuh mencapai 185 orang dan warga Pidie paling banyak, 181 orang. Selebihnya, 2 orang warga Kota Lhokseumawe, dan 1 orang masing-masing warga Kabupaten Aceh Singkil dan Aceh Barat.

“Ada penderita Covid-19 yang dilaporkan meninggal dunia sebanyak 5 orang, namun itu merupakan kasus lama yang baru direkonsiliasi datanya,” tutur SAG.

Ia menjelaskan, 5 orang yang baru dilaporkan meninggal dunia tersebut semuanya warga Kota Langsa masing-masing meninggal pada September 2020 sebanyak 2 orang, meninggal pada Oktober 2020 sebanyak 2 orang dan 1 orang lainnya meninggal 26 November 2020.

Lebih lanjut, Jubir Pemerintah Aceh itu mengatakan, kasus-kasus probable di Aceh secara akumulasi saat ini sebanyak 608 orang. Dari jumlah kasus probable tersebut, 41 orang dalam penanganan tim medis (isolasi RS), 513 sudah selesai isolasi, dan 54 orang meninggal dunia.

Sedangkan jumlah kasus suspek di seluruh Aceh hari ini telah mencapai 4.653 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 4.473 orang sudah selesai masa pemantauan (selesai isolasi), 153 orang dalam proses isolasi di rumah, dan 27 orang isolasi di rumah sakit, pungkas SAG.

Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments