
Setahun sudah Azhari Ahmadi mewakili rakyat di Dewan Perwakilan Rakyat Kota Lhokseumawe, Refleksi kinerja setahun dirinya sebagai anggota legislatif dari Partai Aceh ini, juga di gabungkan dengan semangat memperingati Milad Gerakan Aceh Merdeka yang ke 44 di Aula ruang rapat Komisi B gedung DPRK Kota Lhokseumawe, Rabu 9/12/2020 .

Refleksi setahun perjalanan dirinya berpolitik dinilai perlu oleh Azhari , hal ini berguna untuk membuat dirinya berkaca pada realita, dan menerima berbagai masukan secara langsung dari rakyat baik yang mengusungnya maupun tidak, serta pendapat dari salah seorang pengamat politik Aceh Halim Abe membuat suasana bertambah menarik.

Acara yang dikemas secara dialog ini semakin menarik, ketika Azhari menceritakan bahwa ada warga pendukung partai Aceh yang selama ini belum pernah menjejaki kakinya di kantor Dewan terhormat ini, pada momen ini Azhari tidak bisa membendung kesedihannya, karena dirinya sadar bahwa tanpa rakyat yang mendukung, dia dan anggota dewan lainnya tidak akan bisa duduk sebagai anggota DPRK.
Anggota Dewan yang pernah mendapat penghargaan tingkat nasional di bidang literasi ini mengajak warga agar tidak segan-segan ke Gedung milik rakyat ini jika punya keperluan. “saya dan anggota Dewan lain tetap akan melayani kepentingan warga, jadi tidak perlu sungkan menyampaikan aspirasi kepada kami” ungkapnya kepada para audiens.
Pada kesempatan itu juga azhari memberikan piagam penghargaan kepada mukim dan Panglima wilayah dan Panglima Sagoe serta tokoh lainnya yang dinilai telah berkontribusi selama ini untuk partai Aceh dan dirinya. ‘ selama ini mereka termarginalkan oleh karena itu kami ingin memberiotahukan bahwa kami tetap akan berjuang untuk aceh melalui parlemen”ungkapnya.

Sementara itu Halim Abe mengupas perjalanan sejarah perpolitikan Aceh mulai dari Aceh sebagai sebuah Negara dan bergabung dengan Indonesia , hingga lahirnya Gerakan Aceh merdeka yang di proklamirkan oleh Tgk Hasan Tiro karena kecewa dengan kebijakan Pemerintah RI yang dinilai ingkar janji, dan pada akhirnya saat ini, rakyat Aceh masuk pada era perdamaian dengan Republik Indonesia.
Halim juga mengapresiasi forum yang digelar oleh Azhari sebagai ajang pembelajaran politik bagi publik, dilain sisi sebagai ketua Badan legislasi DPRK kota Lhokseumawe dan juga membidangi masalah pendidikan diharapkan Azhari mampu berbuat lebih dalam hal regulasi untuk mendukung kepentingan rakyat kota Lhokseumawe, dan menyuarakan kekhususan Aceh.
Selain itu Halim juga mengingatkan bahwa saat ini seharusnya Partai Aceh bisa berbuat lebih untuk publik, dikarenakan mulai dari Ketua DPRK hingga Walikota di isi oleh kader Partai Aceh, jika ketua DPRK dan Walikota saat ini tidak mampu berbuat lebih untuk rakyat, maka imbasnya nanti akan kembali ke Partai Aceh, begitu juga sebaliknya.

Pada bagian akhir dirinya menitip pesan dari warga yang merasa resah dengan masih adanya lokasi wisata tidak islami di kota Lhokseumawe, “Pemerintah kota Lhokseumawe harus berani mengambil sikap untuk menutup tempat, atau lokasi yang disinyalir berbau maksiat siapapun oknum yang membecking” pungkasnya.





