Aksi “No Kings” Meluas di AS, Jutaan Warga Kritik Kepemimpinan Trump

Jakarta – Pujatv.com Gelombang aksi demonstrasi bertajuk “No Kings” atau “Bukan Raja” meluas di seluruh Amerika Serikat pada Sabtu, 28 Maret 2026. Aksi ini berlangsung di lebih dari 3.000 titik yang tersebar di 50 negara bagian, menjadikannya salah satu mobilisasi massa terbesar dalam beberapa waktu terakhir.
Jutaan warga turun ke jalan, mulai dari kawasan perkotaan seperti New York hingga wilayah pedesaan di Kentucky. Para demonstran menyuarakan pesan yang sama, menegaskan bahwa Amerika Serikat merupakan negara republik yang menjunjung tinggi konstitusi, bukan sistem monarki.

Aksi ini dinilai sebagai bentuk kekecewaan publik terhadap gaya kepemimpinan Presiden Donald Trump, yang oleh sebagian kalangan dianggap telah melampaui batas konstitusional, khususnya dalam kebijakan terkait konflik di Timur Tengah.
Sejumlah demonstran menyampaikan kritik secara terbuka. Salah satunya, Richard Rosati, warga Washington DC, yang menyebut konflik di Iran bukanlah representasi kepentingan rakyat Amerika, melainkan kebijakan pemerintah. Pendapat serupa juga disampaikan oleh peserta aksi lainnya yang menilai kebijakan tersebut telah memicu ketidakpastian dan ketegangan.

Di tengah situasi tersebut, isu keterlibatan pihak eksternal juga mencuat. Sejumlah laporan media menyinggung dugaan peran Mossad dalam dinamika protes di Iran. Namun, perkembangan terbaru justru menunjukkan meningkatnya tekanan domestik terhadap pemerintahan Trump, seiring meluasnya aksi protes di dalam negeri.
Aksi “No Kings” menjadi indikator meningkatnya dinamika sosial dan politik di Amerika Serikat, di tengah kondisi geopolitik global yang turut memengaruhi stabilitas dan persepsi publik terhadap arah kebijakan pemerintah.





