Banda Aceh – Pujatvaceh.com – Setelah empat hari terkatung-katung di laut lepas, akhirnya kapal imigran rohingya di tarik ke pelabuhan Krueng Geukueh, Aceh Utara.

Sebelumnya nelayan Lhoksemawe sempat mendekati kapal motor pelarian politik imigran rohingya tersebut namun masih enggan menolong karna takut terlibat hukum nantinya.

Namun setelah adanya keputusan dari Pemerintah Indonesia agar menampung para imigran tersebut atas nama kemanusiaan, akhirnya kapal motor yang diisi oleh 105 orang yang di dominasi kaum perempuan dan anak-anak di tarik ke daratan aceh.

Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal Aceh Fadhil Rahmi mengatakan, agar dapat menampung terlebih dahulu para imigran tersebut, karena memang dari dulu masyarakat Aceh menerima para imigran.

“Terutama pusat dari kementerian politik hukum dan keamanan sudah berkomunikasi dengan pihak terkait di Aceh untuk bisa seperti biasa, dan ini memang dampak dari kejadian terdahulu karena salah seorang nelayan menolong kemudian malah menjadi terpidana ini membuat nelayan kita ketakutan. Harapannya ini menjadi perhatian kita, apapun yang akan kita lakukan kita harus mendaratkan mereka terlebih dahulu dalam hal kemanusiaan” ujar M. Fadhil Rahmi, Anggota DPD RI Asal Aceh.

Untuk diketahui, kapal imigran rohingya pertama terpantau oleh nelayan Aceh yang baru pulang melaut di perairan kabupaten Bireuen, Aceh sekitar 67 mil laut lepas.

Berdasarkan data terakhir kapal motor yang mengalami kerusakan tersebut, membawa 105 warga rohingya, dengan rincian 8 orang laki laki, 47 anak di bawah umur dan selebihnya di isi oleh 50 orang perempuan.

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments