Lhokseumawe – Pujatvaceh.com – Angka kemiskinan di Kota Lhokseumawe, Aceh, yang terus meningkat ialah salah satu dampak dari pandemi covid-19. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Lhokseumawe per-maret 2021, tercatat jumlah penduduk miskin di daerah yang pernah dijuluki sebagai Kota Petro Dolar itu meningkat menjadi 11,16 persen, atau sebanyak 23,380 jiwa, dari tahun sebelumnya hanya 10,08 persen.

Kepala BPS Kota Lhokseumawe, Hamdani, menyebutkan, selama pandemi covid-19, hampir semua daerah di Indonesia mengalami peningkatan persentase angka kemiskinan. Hal itu disebabkan oleh sektor ekonomi masyarakat, yang kurang berkembang akibat diberlakukannya penutupan tempat usaha, jam malam, hingga pembatasan jam kerja.

Hal itu juga berdampak pada kemampuan masyarakat untuk mengkonsumsi kebutuhan fisik minimum yang menurun. Hamdani menambahkan, kategori miskin menurut BPS dapat diamati dari warga yang belum mampu memenuhi kebutuhi fisik minimum, yaitu mampu mengkonsumsi kalori sebanyak 4.100 kilo kalori dari berbagai komoditi.

“Untuk Kota Lhokseumawe yang terjadi kenaikan angka kemiskinan adalah pada tahun 2020 ke 2021 dari 10,8% menjadi 11,6% akibat pandemi covid-19. Hal ini tidak hanya terjadi di Kota Lhokseumawe tetapi di seluruh kabupaten kota di Aceh akibat pandemi covid-19 yang mengakibatkan pendapatan dan ekonomi masyarakat menurun” ujar Hamdani, Kepala BPS Kota Lhokseumawe

Jika dilihat dari persentase tingkat provinsi, Kota Lhokseumawe berada di posisi ketiga rendahnya angka kemiskinan, setelah Kota Banda Aceh dan Kota Langsa. Menurut pihak BPS, selama beberapa tahun terakhir, ekonomi di Kota Lhokseumawe tidak terjadi perubahan yang signifikan, kecuali di masa pandemi covid-19

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini