LHOKSEUMAWE – PUJATVACEH.COM – ZF (29) warga Desa Geulumpang, Kecamatan Meurah Mulia, Aceh Utara, diamankan satuan reserse kriminal Polres Lhokseumawe, karena terlibat kasus penganiayaan terhadap  salah seorang oknum kepolisian jajaran Polsek Meurah Mulia, pada 9 Januari 2021.

Pelaku berhasil dibekuk polisi pada Minggu 24 Januari 2021 di kawasan Desa Lampulo, Kecamatan Kuta Alam, Kota Banda Aceh, setelah tersangka pelaku pulang dari melaut untuk mencari ikan.

Kapolres Lhokseumawe AKBP Eko Hartanto dalam konferensi pers pada Senin sore mengatakan, kejadian penganiayaan itu bermula saat korban melakukan penertiban terhadap remaja yang sedang menggunakan fasilitas internet di salah satu warkop hingga larut malam. Hal ini sudah sesuai dengan Qanun yang ada di desa tersebut.

Namun saat korban bersama sejumlah perangkat desa melakukan penertiban/ pelaku meminta warga untuk berbaris/ dan mengejar semua warga yang ada di lokasi termasuk korban yang berseragam polisi//

“Tersangka datang dengan membawa sebilah pedang panjang, dan dengan berteriak menyuruh pada para warga untuk berbaris,” kata Kapolres Lhokseumawe AKBP Eko Hartanto.

Lebih lanjut Kapolres Lhokseumawe memaparkan, saat berusaha melarikan diri, korban terjatuh sehingga pelaku melakukan pemukulan terhadap korban yang juga anggota polisi dengan menggunakan ujung pedang samurai panjang hingga korban tak berdaya.

“Tersangka mengejar semua orang yang ada ditempat tersebut, dan mengejar korban yang memakai pakaian lengkap Polri. Ketika dikejar tersangka, korban terjatuh dan pelaku memukul korban dengan gagang pedang tersebut sehingga tak berdaya,” paparnya.

AKBP Eko Hartanto menambahkan, aksi penganiayaan itu kembali dilakukan oleh pelaku setelah korban meminta tolong kepada warga, pelaku juga merampas telpon genggam milik korban dan mengancam akan membunuh korban.

“Korban yang tak berdaya meminta bantuan kepada warga, namun pelaku menambah aksi penganiayaan tersebut dan mengambil telpon genggam milik korban” tambahnya.

Kepada Kapolres Lhokseumawe, ZF mengaku kesal lantaran dilarang menggunakan fasilitas internet pada warung kopi tersebut.

“Saya merasa kesal karena dilarang-larang saat menggunakan internet disitu” ungkap ZF kepada Kapolres Lhokseumawe.

Atas perbuatannya penganiayaan tersebut, pelaku terancam hukuman maksimal 12 tahun penjara, dan juga terancan hukuman 10 penjara atas kepemilikan senjata tajam.

Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments