Aceh Tenggara – Pujatvaceh.com – Beginilah kondisi banjir yang melanda sejumlah wilayah di kabupaten Aceh Tenggara, serta pemukiman warga hingga kini masih terendam banjir sejak Sabtu malam, walaupun kemarin sudah sempat surut namun air kembali naik menggenangi badan jalan.

Banjir terjadi akibat tingginya curah hujan yang mengguyur sebagian besar wilayah kabupaten Aceh Tenggara, hingga menyebabkan tanggul sungai lawe kinga jebol dan pendangkalan sungai.

Meski demikian banjir ini tidak tinggi seperti kemarin, dikarenakan air berangsur surut, dari sebelumnya mencapai 50 centimeter menjadi 30 centimeter.

Dari data sementara badan penanggulangan bencana daerah aceh tenggara, bencana banjir luapan air sungai yang menimpa 52 desa dari 10 kecamatan di kabupaten Aceh Tenggara, ada sekitar 8.101 jiwa dari 2.230 kepala keluarga korban yang terdampak dalam peristiwa ini.

“Berdasarkan laporan yang masuk ini ada 4 desa, yaitu Teger Miko, Buah Pala, Kuta Lesung dan Setia Baru yang terdampak terkait dengan wilayah pertanian dan perumahan. Namun untuk wilayah pertanian saja ada tambahan 3 desa lagi yaitu Berandang, Kuta Bulin dan Nisam Lestari“ kata Weldan Yuda, Camat Lawe Sumur.

Dalam penanganan pasca banjir di Aceh Tenggara, pihak BNPB mewacanakan penanaman rumput vetiver yang dapat dimanfaatkan sebagai pencegah longsor dan erosi di kawasan bantaran sungai yang nantinya akar tanaman tersebut dapat mencegah longsor dan banjir.

“Aceh Tenggara ini memang termasuk daerah yang rawan bencana khususnya banjir dan kita tahu daerah kita memang punya sungai yang banyak sekali sehingga untuk permasalahan untuk banjir ini memang agak sulit bagi pemerintah kabupaten Aceh Tenggara untuk bisa menuntaskanya secara cepat“ ujar Jarwansah, Deputi Rehabilitasi Dan Rekontruksi BNPB.

Saat ini pihak BPBD Aceh Tenggara sudah mengerahkan 3 unit excavator untuk membersihkan material lumpur pasca banjir, dan juga menormalisasi sungai yang menumpuk material banjir serta tanggul yang jebol, agar air tak lagi masuk ke pemukiman warga.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini