Banda Aceh – Pujatvaceh.com – Kondisi Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala, usai terjadi perusakan fasilitas kampus, oleh orang tak dikenal (OTK). Sejumlah fasilitas dan ruang belajar di fakultas tersebut rusak, serta empat unit kendaraan yang terparkir juga menjadi sasaran amukan mahasiswa dari dua fakultas di USK yang bertikai.

Perusakan fasilitas kampus yang terjadi pada Rabu 12 Oktober 2022 dini hari itu, ternyata berawal dari hal sepele, yakni terjadi kesalahpahaman pada saat dua bulan lalu antar mahasiswa. Dari kesalahpahaman itu, terjadi saling sindir, dan problem tersebut tak kunjung selesai hingga memanas dan berujung pada aksi pertikaian.

Ketua Bem Fakultas Pertanian USK, M. Sandri Fauzi menjelaskan, saat peristiwa terjadi, mahasiswa pertanian yang sedang berada di sekretariat ormawa sedang berdiskusi untuk kegiatan Hut Fakultas Pertanian. Namun tiba-tiba sejumlah orang datang dan langsung datang dan menyerang secara tiba-tiba.

“Kami tidak bisa memastikan siapa pelakunya, karena kami juga tidak mengenal orang yang melakukan penyerangan terhadap kampus kami. Kami sudah biasa duduk diskusi di kampus tentang pembahasan yang penting, mengenai HUT Fakultas Pertanian, tetapi tiba tiba kampus kami diserang oleh pihak ataupun orang yang tidak dikenal. Fasilitas yang dirusak yaitu sekretariat ormawa, gudang, parkiran dan juga sekaligus motor yang terparkir. Jumlah oknum sekitar 200 – 300 massa, kejadiannya sekitar pukul 23.30 WIB sampai jam 24.00 WIB. Dari pihak kampus sendiri sudah mengetahui perihal kejadian ini, kebetulan pak dekan dan kepala biro kemahasiswaan hadir tadi malam di TKP” Kata Fauzi M. Sandri Fauzi, Ketua Bem Fakultas Pertanian USK.

Fauzi menambahkan bahwa pihak kampus akan menyelesaikan masalah tersebut.

“Pihak kampus juga akan turut andil untuk menyelesaikan ini tapi saya pribadi juga berharap agar pihak kampus juga benar benar berusaha menyelesaikan permasalahan ini”. Ujar Fauzi.

Saat ditanya apakah ada perselisihan atau sengketa dengan pihak tertentu Fauzi mengiyakan hal tersebut.

“Kalau untuk sengketa sebenarnya ada sengketa tapi itu kejadiannya sudah lama sekali, dari pihak Wakil Rektor 3 juga ada melakukan mediasi tapi tidak ada titik temunya belum ada keputusan yang diambil oleh Wakil Rektor 3. Permasalahan itu sudah cukup lama dari bulan Agustus, berawal dari permasalahan di media sosial Instagram. Ada salah seorang mahasiswa pertanian yang meng-upload status dengan kata kata yang ada di status itu, tapi tidak bermaksud untuk menyingung siapapun. Akan tetapi dari Fakultas Teknik USK merasa bahwa kata kata itu menyingung mereka. Padahal dari kami, yang membuat status itu, orang tersebut tidak menyingung siapapun maksudnya. Dari pihak kampus belum dapat keputusan untuk menyelesaikan ini,” Tambah Fauzi.

Ketika ditanya Apakah ada dugaan mengenai sengketa tersebut atas perusakan tadi malam, Fauzi menyatakan ada kemungkinan tersebut.

“kemungkinan besar ada. Kami dari ormawa fakultas pertanian akan terus mengawal ini, dikarenakan disini kami sebagai korban yang diserang semalam, kami juga menuntut jalur hukum sebagaimana ada pihak keamanan dari kepolisian juga akan menyelesaikan permasalahan ini” Ujar M. Sandri Fauzi, Ketua Bem Fakultas Pertanian USK.

Fauzi berharap, agar permasalahan kedua fakultas tersebut bisa cepat diselesaikan oleh pihak birokrasi kampus, agar mahasiswa bisa nyaman belajar dan tidak merasa trauma.

Saat ini, fakultas pertanian sebagai tempat kejadian perkara (TKP) sudah ditandai garis polisi, dan sejumlah mahasiswa juga masih bersiaga di tempat.

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments