Delegasi Aceh Angkat Kisruh JKA dan Penanganan Korban Banjir ke Forum PBB

New York — Pujatv.com Persoalan kisruh Jaminan Kesehatan Aceh (JKA) serta penanganan kesehatan dan hak penyintas bencana di Aceh kini mencuat ke tingkat internasional. Dua delegasi Aceh, Tgk Fajri Krueng dan Tgk Muda Cot, melaporkan kondisi tersebut dalam forum United Nations Permanent Forum on Indigenous Issues ke-25 yang berlangsung di Markas Besar PBB pada 21 April hingga 1 Mei 2026.
Dalam kesempatan berbicara pada 23 April 2026, Tgk Fajri Krueng menyoroti polemik JKA yang dinilai masih menyisakan persoalan di tengah masyarakat. Selain itu, ia juga mengangkat isu penanganan korban bencana alam di Aceh yang disebut belum maksimal, khususnya terkait layanan kesehatan dan pemenuhan hak para pengungsi.

Ia menyampaikan bahwa masih terdapat berbagai kendala dalam akses layanan kesehatan bagi masyarakat terdampak, serta perlunya perhatian lebih serius terhadap kondisi penyintas bencana.
Sementara itu, pernyataan tersebut mendapat tanggapan dari perwakilan Konsulat Jenderal Republik Indonesia di New York yang hadir dalam forum. Perwakilan Indonesia yang tidak disebutkan namanya itu membantah sejumlah poin yang disampaikan delegasi Aceh.
Ia menegaskan bahwa pemerintah Indonesia telah melakukan berbagai upaya dalam penanganan kesehatan dan perlindungan bagi masyarakat terdampak bencana, termasuk di Aceh.
Perbedaan pandangan ini mencerminkan adanya dinamika antara delegasi masyarakat sipil dan perwakilan pemerintah terkait kondisi di lapangan.

Isu tersebut turut menjadi perhatian dalam forum Perserikatan Bangsa-Bangsa, yang melalui UNPFII menjadi wadah bagi masyarakat adat dari berbagai negara untuk menyuarakan persoalan hak, kesejahteraan, serta perlindungan komunitas mereka.
Dengan diangkatnya isu ini ke tingkat global, diharapkan dapat mendorong perhatian lebih luas terhadap perbaikan layanan kesehatan serta penanganan korban bencana di Aceh.





