Delegasi Aceh dan Papua Hadiri Forum PBB, Siapkan Laporan Isu Hak Masyarakat Adat

New York – Pujatv.com Delegasi dari Aceh dan Papua dijadwalkan menghadiri sidang United Nations Permanent Forum on Indigenous Issues yang berlangsung di Markas Besar Perserikatan Bangsa-Bangsa, New York, pada 21 April hingga 2 Mei 2026.
Delegasi Acheh-Sumatra National Liberation Front yang mewakili masyarakat Aceh, bersama perwakilan masyarakat Papua, akan menyampaikan berbagai isu terkait hak-hak masyarakat adat dalam forum internasional tersebut.
UNPFII merupakan badan penasihat tingkat tinggi di bawah Economic and Social Council yang berfungsi sebagai pusat koordinasi isu-isu masyarakat adat di tingkat global. Pada sidang kali ini, pembahasan difokuskan pada persoalan kesehatan serta pemenuhan hak-hak dasar masyarakat adat yang dinilai masih belum optimal di berbagai wilayah.
Selain menjadi ruang penyampaian laporan, forum ini juga menjadi wadah diskusi internasional bagi perwakilan masyarakat adat dari berbagai negara untuk menyuarakan aspirasi secara damai dan konstruktif.

Tgk Fajri Krueng menyampaikan bahwa pihaknya bersama delegasi Papua telah mempersiapkan diri untuk mengikuti sidang, termasuk setelah menerima kartu identitas resmi peserta dari panitia di markas besar PBB pada 20 April 2026.
Dalam forum tersebut, perwakilan dari Papua, John Anari, dijadwalkan menyampaikan kondisi terkini masyarakat adat di wilayahnya. Sementara itu, Tgk Muda Cot akan menyoroti isu kesehatan, khususnya terkait kondisi pengungsi korban bencana hidrometeorologi di Aceh yang dinilai masih belum mendapatkan layanan kesehatan optimal serta pemenuhan hak hidup yang layak.
Selain delegasi masyarakat adat, perwakilan resmi dari Indonesia juga dijadwalkan hadir untuk memberikan tanggapan atas laporan yang disampaikan dalam forum tersebut.

Partisipasi dalam UNPFII ini diharapkan dapat membuka ruang dialog yang lebih luas serta mendorong perhatian internasional terhadap isu-isu masyarakat adat, khususnya dari Aceh dan Papua.





