DLHK Aceh Utara Uji Baku Mutu Udara Di Lingkungan PT Abad Jaya Sentosa.

ACEH UTARA -Pujatvaceh.com : Untuk melindungi warga yang berdomisili di sekitar perusahaan dari pencemaran udara dan kebisingan, Direktur Utama PT Abad Jaya Abadi Sentosa, H Abdul Aziz, SE, Senin (19/9) pagi, mengundang Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Aceh Utara untuk menguji baku mutu udara dan tingkat kebisingan yang ditimbulkan oleh perusahaan tersebut.

 

“Kita minta kepala dinas bersama dengan tim uji untuk melakukan pengujian, apakah di lingkungan perusahaan kita telah terjadi pencemaran udara dan kebisingan. Ini penting untuk menjaga kesehatan warga yang berdomisili di sekitar perusahaan. Ini sebenarnya rutin kita lakukan setiap tiga bulan sekali,” sebut H Abdul Aziz kepada Waspada, Selasa (20/9) siang.

 

Bukan hanya itu, sebut H Abdul Aziz, pihaknya juga selalu memberikan bantuan dan dana CSR perusahaan untuk warga dua gampong (desa) yaitu Gampong Tambon Tunong dan Tambon Baroeh, Kecamatan Dewantara, Aceh Utara. PT Abad Jaya juga ikut andil dalam kegiatan menjaga kebersihan lingkungan dan membersihkan drainase di dua gampong tersebut. Bahkan, sebut Abdul Aziz, ada banyak lubang di badan jalan kecamatan ditambal secara cuma-cuma.

 

“Intinya, kehadiran perusahaan kami di dua gampong tersebut harus menjadi rahmat bagi warga sekitar. Jangan sampai kehadiran kita menganggu kenyamanan masyarakat. Untuk itulah kita mengundang Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Aceh Utara bersama dengan tim untuk menguji baku mutu udara dan tingkat kebisingan,” ujarnya.

 

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kabupaten Aceh Utara, Cut Ibrahim Selasa (20/9) siang, membenarkan bahwa dirinya bersama dengan tim telah turun bersama-sama dengan pihak Muspika Dewantara ke perusahaan tersebut untuk melakukan pemantauan dan pengawasan. Tentunya hal ini dilakukan setelah menerima arahan dari Pj Bupati Aceh Utara, Azwardi Abdullah.

 

“Sabtu (17/9) kita terima informasi. Lalu kami laporkan kepada bapak bupati, dan setelah menerima arahan, Minggu (18/9) kita kirim surat kepada perusahaan tersebut terhadap kunjungan pihak kami pada Senin (19/9). Lalu pada hari Senin saya bersama dengan tim dan meminta kesediaan pihak Muspika Dewantara untuk sama-sama meninjau ke PT Abad Jaya dengan agenda menguji tingkat kebisingan dan baku mutu udara di sekitar perusahaan,” sebut Cut Ibrahim.

 

Selain dirinya, sebut Cut Ibrahim, ada lima petugas yang ikut bersamanya yaitu Kepala Bidang P3LHK, Taufik, ST, analis lingkungan masing-masing Busri, Taufik, dan Linda. Sedangkan seorang lainnya yaitu Kabid PPLH, Samsul. Hal yang dilakukan oleh tim di sana adalah melakukan pengujian baku mutu udara dan tingkat kebisingan secara visual. Hal ini dilakukan sesuai dengan ketentuan PP Nomor 22 Tahun 2021 tentang penyelengaraan, perhitungan dan pemantauan lingkungan hidup.

 

“Ini memang tugas kita berdasarkan PP Nomor 22 tahun 2021. Ini menjadi kewenangan kabupaten/kota untuk melakukan pemantauan dan pengawasan terhadap industri yang ada di dalam wilayahnya yaitu di Kabupaten Aceh Utara,” terangnya.

 

Mengapa uji baku mutu udara dan tingkat kebisingan dilakukan secara visual, Cut Ibrahim mengatakan, hal itu dilakukan karena Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Aceh Utara belum memiliki alat untuk menguji dua hal tersebut di atas. Untuk mengetahui baku mutu udara secara tepat, maka pihaknya harus meminta bantuan dari pihak provinsi di Banda Aceh.

 

“Bersama dengan Direktur PT Abad Jaya, pihak Muspika Dewantara dan tim dari DLHK Aceh Utara langsung melakukan pemantauan di seluruh lokasi perusahaan tersebut. Di sana kita melihat dan mengamati secara cermat bahwa udara di sana normal dan tidak ada perusahaan warna. Buktinya, semua orang yang datang ke lokasi itu tidak pakai masker dan tidak ada yang sesak. Kemudian tidak ada juga kebisingan,” sebutnya.

 

Setelah itu, Direktur PT Abad Jaya juga memperlihatkan semua administrasi perusahaan, mendampingi tim penguji untuk meninjau gudang limbah B3, memperlihatkan dokumen pengelolaan limbah B3 dan dokumen perizinan serta berkunjung ke Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Dan itu merupakan titik sasaran utama yang ingin dipantau oleh tim penguji.

 

“Intinya setelah kita melakukan pengujian lapangan di lokasi stone crusher tidak ada pencemaran udara dan tidak ada perubahan warna udara. Mengapa harus di sana, karena di stone crusher itulah adanya cerobong asap. Selanjutnya, kita juga melihat di atap-atap rumah warga tidak ada pengendapatan debu. Seluruh seng di atap rumah warga bersih,” sebut Cut Ibrahim.

 

Menjawab awak media, Cut Ibrahim menyebutkan, total luas area yang dimiliki oleh PT Abad Jaya Abadi Sentosa 9 Ha yaitu 6 Ha lahan dasar dan 3 Ha merupakan lahan untuk pengembangan perusahaan. Cut Ibrahim juga menyebutkan, pada saat tim turun untuk menguji baku mutu udara dan tingkat kebisingan, perusahaan dalam kondisi tidak berproduksi.

 

“Perusahaan itu melakukan produksi selama tiga bulan dalam setahun. Sementara potensi pencemaran udara hanya ada di Aspal Mixing Plan (AMP). Kapasitas produksi dalam tiga bulan itu 600 ton. ini sesuai informasi yang kami peroleh dari direktur perusahaan itu. Intinya semua kondisi normal, udara tidak berdebu semua tim yang turun tidak ada yang sesak, informasi yang kita peroleh pun tidak ada korban jiwa selama perusahaan itu beroperasi. Semuanya normal-normal saja,” sebutnya.

 

Geusyiek Tambon Baroeh, Muzakir kepada kepala dinas dan tim uji dari DLHK melaporkan tidak ada masyarakat yang terganggu dengan PT Abad Jaya. PT Abad Jaya juga dilaporkan kerap memberikan berbagai bantuan kepada warga dua gampong termasuk selalu ambil bagian dalam berbagai kegiatan keagamaan.

 

“Mereka aktif menyantuni anak yatim, dana CSR selurunya diberikan kepada masyarakat bahkan ikut menjaga kebersihan lingkungan dan bahkan membangun lapangan futsal untuk pemuda,” sebut Muzakir yang dibenarkan Camat Dewantara Yudha.

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments