DPRK Aceh Barat dan Orang Tua Siswa Menolak Sekolah Ditutup

Aceh Barat – Pujatv.com : Rencana penutupan sebanyak tujuh sekolah di Kabupaten Aceh Barat, mendapat penolakan dari anggota Dewan Perwakilan Rakyat atau DPRK Aceh Barat, bersama orang tua siswa. Mereka dengan tegas menyatakan sekolah adalah hak dasar anak yang tidak boleh diganggu, apalagi akan ditutup.
Anggota DPRK Aceh Barat, Ramli, menegaskan sekolah merupakan fasilitas publik yang harus dijaga. Ramli menyebut, penutupan sekolah akan menghambat hak pendidikan anak-anak dan merusak masa depan mereka.
Menurutnya, berkurangnya anak-anak masuk ke sekolah umum karena kurangnya inovasi atau metode belajarnya yang kurang menarik, sehingga banyak anak-anak memilih masuk ke sekolah madrasah.

Ramli menegaskan, persoalan ini jangan dibiarkan berlarut, harus segera diselesaikan dengan duduk bersama orang tua siswa. Namun apabila Kepala Dinas Pendidikan tidak mampu mencarikan solusi, sebaiknya mundur saja.
Sementara itu penolakan juga datang dari orang tua siswa. Mohammad Yahya, salah seorang wali murid, menilai penutupan sekolah akan merugikan anak-anak yang sedang menempuh pendidikan.
Apalagi harus dipindahkan ke desa tetangga yang jaraknya mencapai lima kilometer lebih, dengan melewati jalan kerikil di kawasan kebun sawit dan hutan. Ini akan sangat menyulitkan orang tua siswa.

Mereka menolak dengan keras rencana penutupan sekolah. Mereka berharap anak-anak harus tetap belajar dan tidak boleh terganggu oleh kebijakan pemerintah daerah yang merugikan masyarakat.
DPRK Aceh Barat dan orang tua siswa mendesak pemerintah daerah untuk mencari solusi yang lebih bijak tanpa harus menutup sekolah, agar pendidikan tetap berjalan dan masa depan generasi muda tetap terjamin dengan baik.





