Dua Kapal Tanker Ditahan Iran, Ini Langkah Indonesia Penuhi Stok BBM

Jakarta – Pujatv.com Pemerintah Indonesia terus memantau perkembangan penahanan dua kapal tanker milik PT Pertamina International Shipping (PIS) oleh Iran di sekitar Selat Hormuz hingga akhir Maret 2026. Kedua kapal tersebut diketahui bernama Pertamina Pride dan Gamsunoro.
Penahanan ini menjadi perhatian serius karena sekitar 20 persen pasokan minyak Indonesia berasal dari kawasan Timur Tengah yang distribusinya melewati Selat Hormuz. Sementara itu, kebutuhan energi nasional lainnya dipenuhi dari produksi dalam negeri serta impor dari berbagai negara.

Meski demikian, pemerintah menyebut perkembangan diplomasi menunjukkan sinyal positif. Iran dikabarkan telah memberikan lampu hijau bagi kapal untuk kembali melintas. Namun, sebagai langkah antisipasi, Indonesia tetap menyiapkan skema alternatif guna menjaga ketahanan energi nasional, termasuk mencari sumber pasokan dari negara produsen minyak lainnya.
Di sisi lain, kondisi cadangan bahan bakar minyak (BBM) nasional saat ini dinyatakan masih aman untuk beberapa hari ke depan. Bahkan, pemerintah mengungkapkan bahwa Indonesia saat ini tidak lagi melakukan impor solar.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, menegaskan bahwa pemerintah terus memastikan ketersediaan energi tetap terjaga. Hal tersebut disampaikan usai melakukan peninjauan pasokan BBM di sebuah SPBU di Colomadu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, pada Kamis, 26 Maret 2026.
Pemerintah memastikan akan terus mengambil langkah cepat dan strategis guna mengantisipasi dampak dari dinamika geopolitik global terhadap pasokan energi nasional.





