Banda Aceh – Pujatvaceh.com – Sejumlah kaum ibu-ibu yang tergabung dalam emak-emak Aceh pagi tadi menggeruduk kantor Dinas Pendidikan Aceh di Bilangan, Jalan Daud Beureueh, Kuta Alam, Banda Aceh.
Kedatangan emak-emak tersebut berdasarkan surat agenda yang sudah dimasukkan ke kantor tersebut dengan agenda audiensi bersama Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Al Hudri. Kedatangan emak-emak tersebut terkait dengan pernyataan Al Hudri dan Sekda Aceh, Taqwallah beberapa waktu lalu yang membuat kaum emak-emak ini berang.
Dengan membawa spanduk dan sejumlah peralatan memasak, ibu-ibu ini datang dan bermaksud ingin menjumpai kadis pendidikan itu, namun sayangnya pejabat yang dimaksud tidak berada di tempat, sehingga ibu-ibu ini melakukan aksi protes.
Dalam aksi tersebut, kaum emak-emak ini menuntut Al Hudri sebagai Kepala Dinas Pendidikan Aceh dan Taqwallah sebagai Sekda Aceh, dan meminta kepada pejabat tersebut agar meminta maaf kepada seluruh masyarakat Aceh. Dikarenakan mereka dianggap tidak layak mengeluarkan pernyataan seperti itu, dan mereka dianggap tidak layak menjadi pemimpin dengan sikap arogansinya.
“Harusnya bahasanya lebih humanis dan tidak arogan, jadi kedatangan kami hari ini menuntut pertanggungjawaban pernyataan dari Kepala Dinas Pendidikan dan sekda Aceh untuk meminta maaf kepada seluruh rakyat Aceh dan juga kepala sekolah. Tujuan kami menuntut mereka mengundurkan diri dari jabatan mereka karena mereka tidak layak memimpin di Aceh,” tutur Yulindawati, koordinator aksi.
Sementara itu, emak-emak yang turut hadir untuk audiensi tersebut mengatakan, sangat kecewa dengan pernyataan yang dilontarkan oleh pejabat tersebut. Aksi ini dilakukan sebagai bentuk kekecewaan serta kegundahan para kaum ibu-ibu dalam menghadapi anak-anak mereka saat pembelajaran daring diberlakukan di Banda Aceh. Seharusnya, Kadisdik menuntaskan dulu persoalan belajar daring saat ini bukan malah mengancam seperti itu.
Namun jika hingga batas waktu yang telah ditentukan dalam waktu secepatnya, jika ini tidak digubris maka mereka meminta agar pejabat-pejabat tersebut dapat mengundurkan diri.
“Aksi ini sebenarnya spontan, kami emak-emak berdiskusi tentang masalah anak-anak kami saat sekolah daring. Namun Al Hudri bukannya membenahi hal itu namun malah mengancam melalui pernyataannya. Jika beliau tidak mau meminta maaf dan turun dari jabatan kami akan bergerak lagi,” kata Emil, peserta aksi.






