Harga Kedelai dan Plastik Melonjak, Pengusaha Tempe dan Tahu di Bener Meriah Kian Tertekan

Bener Meriah – Pujatv.com Kenaikan harga bahan baku terus membebani pelaku usaha kecil di Kabupaten Bener Meriah, khususnya produsen tahu dan tempe. Dalam beberapa waktu terakhir, harga kedelai mengalami lonjakan signifikan dari sekitar Rp400 ribu per sak menjadi Rp560 ribu per sak dengan berat 50 kilogram.
Lonjakan ini berdampak langsung pada biaya produksi. Para pelaku usaha terpaksa mengeluarkan biaya lebih besar demi mempertahankan proses produksi agar tetap berjalan. Tak hanya kedelai, harga bahan pendukung seperti plastik kemasan juga ikut meningkat, menambah tekanan bagi usaha skala kecil.
Sejumlah pelaku usaha menilai kenaikan harga ini tidak lepas dari dinamika global, termasuk dampak konflik di kawasan Timur Tengah yang memengaruhi harga komoditas dunia. Kondisi tersebut membuat pelaku usaha kecil yang bergantung pada stabilitas harga bahan baku semakin kesulitan menjaga kelangsungan usaha.

Ilyas, salah satu produsen tahu di Bener Meriah, mengaku kenaikan harga bahan baku sangat memberatkan. Ia menyebut, di tengah biaya produksi yang terus meningkat, pelaku usaha tetap dituntut menjaga jumlah produksi agar kebutuhan pasar terpenuhi.
Meski menghadapi tekanan, para pelaku usaha masih berupaya bertahan tanpa menaikkan harga secara signifikan. Namun, kondisi ini dinilai tidak akan berlangsung lama jika harga bahan baku terus mengalami kenaikan.
Para pelaku usaha berharap pemerintah dapat segera mengambil langkah strategis untuk menstabilkan harga bahan baku. Upaya tersebut dinilai penting agar usaha kecil, khususnya sektor pangan seperti tahu dan tempe, tetap bertahan di tengah tekanan ekonomi yang semakin berat.






