Aceh Barat – Pujatvaceh.com – Ratusan pegawai ASN, staf dan tenaga kesehatan harian lepas di kabupaten Aceh Barat, melakukan aksi protes dan mogok kerja di halaman Rumah Sakit Umum Daerah Cut Nyak Dhien Meulaboh. Aksi para medis tersebut mengakibatkan pelayanan kesehatan terganggu dan banyak pasien terabaikan.
Aksi unjuk rasa ratusan para petugas medis ini, mendesak pihak manajemen rumah sakit untuk segera membayarkan insentif jaga malam pasien yang terhitung sejak November tahun 2022 lalu.
Tidak hanya itu, pihak manajemen rumah sakit juga belum membayarkan insentif para tenaga medis yang bertugas pada hari cuti bersama dan libur lebaran sejak tahun 2019.
Selanjutnya, mereka menuntut pembagian jasa pelayanan harus sesuai dengan sistem remunerasi yang diatur dalam Permendagri Nomor 79 Tahun 2018 tentang Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), serta penerimaan staf, harus sesuai dengan SOP dan kebutuhan pelayanan rumah sakit.
Salah seorang peserta unjuk rasa, Edawati mengatakan, aksi damai ini bentuk kekecewaan mereka terhadap manajemen rumah sakit yang tidak berlaku adil serta mengabaikan kesejahteraan terhadap petugas medis.
Mereka juga mengancam akan melakukan aksi lebih besar dan mogok kerja massal serta mengundurkan diri dari komitmen bersama survei akreditasi rumah sakit, apabila pihak manajemen Rumah Sakit Cut Nyak Dhien Meulaboh melakukan diskriminalisasi terhadap tenaga medis.
“Kami menuntut hak kami, tidak ada yang memprovokasi kami untuk melakukan aksi ini, kami hanya menuntut hak sesuai dengan Undang-Undang”ujar Edawati, Petugas Medis.
“Dari tahun 2019 semenjak lebaran itu belum dibayar, mereka buka puasa dan sahur di rumah sakit, lebaran di rumah sakit tapi yang hak mereka tidak terbayarkan. Pembayaran jasa juga tidak melalui remon siapa yang berkuasa itu lebih banyak sementara perawat dan bidan hanya mendapat ujung-ujungnya dengan persentase kecil” kata Juliandi, Korlap Unjuk Rasa.
Meski sempat mogok kerja selama setengah hari, pasien di Rumah Sakit Cut Nyak Dhien Meulaboh kembali mendapatkan pelayanan kesehatan dari petugas medis, setelah tuntutan mereka diterima oleh pihak manajemen rumah sakit.
“Ada 9 point yang dituntut, jadi saya rasa dan juga sudah ditandatangani kita kembali pelayanan dan saya rasa ini sudah menjadi komitmen kami dan akan kami laksanakan” ungkap Dokter Ilum Anam, Direktur RSUD CND Meulaboh.






