Jaga ketahanan pangan ditengah pandemi, polisi lhokseumawe panen sayur dan padi bersama warga

0
27

Aceh Utara – Puja TV Aceh – Mendukung stabilitas ketahanan pangan nasional di tengah pandemi Covid-19, Polisi Sektor Nisam bersama masyarakat melakukan panen perdana komoditi terong ungu dan padi, di Desa Alue Bili, Kecamatan Nisam, Aceh Utara.

Panen perdana ini dihadiri langsung Kapolres bersama Ketua Bhayangkari Polres Lhokseumawe Ny. Lily Eko Hartanto, dilahan hampir satu hektar terong dan setengah hektar lainnya padi yang sudah berisi serta menguning di gampong Alue Bili.

Selain itu, Kapolsek Nisam Iptu Safruddin, perwakilan Babinsa TNI setempat dan tokoh masyarakat ikut serta memetik buah terong dan memotong padi di tengah sawah.

“Ketahanan pangan merupakan program pemerintah yang perlu di implementasikan kepada seluruh lapisan masyarakat, terlebih lagi ditengah kondisi pandemi Covid-19″kata Kapolres Lhokseumawe AKBP Eko Hartanto.

“Tentu masyarakat menghadapi berbagai problema kehidupan, terutama sulitnya mendapatkan pekerjaan dan berdampak buruk pada perekonomian yang ikut terpuruk”, Ujarnya.

Kapolres menekankan, untuk menghadapi situasi genting itu setiap Polsek yang ada dijajaran Polres Lhokseumawe sudah mengimplementasikan program ketahanan pangan, dengan mengajak masyarakat petani menanam padi, sayur-sayuran dan berbagai jenis komoditi lainnya.

Sehingga setiap daerah akan menanam sesuai kebutuhan yang diperlukan masyarakat setempat seperti cabai, terong, bayam, tomat,dan sebagainya menjadi komoditi andalan.

“Program ketahanan pangan juga berkesinambungan dengan program Kapolda Aceh Irjen Pol Wahyu Widada, seperti program kue surga hingga jum’at berkah”, imbuhnya.

Dengan adanya program ketahanan pangan ini, warga desa merasa bersyukur telah mendapat pemahaman dan pembinaan ketahanan pangan dari Polsek Nisam, seperti menanam terong dan padi hingga berhasil panen serta hasilnya memuaskan.

Warga Alue bilie Nisam sedang melaksanakan panen sayuran di kecamatan setempat.

Untuk diketahui, Alue Bili merupakan daerah penghasil sayur mayur, berbagai jenis komoditi pinang, cabai, dan berbagai jenis hasil pertanian lainnya, namun sayangnya, gampong alue bili tidak memiliki jalan transfortasi yang layak dan tidak ada saluran irigasi.

Warga berharap pemerintah dapat merespon keluhan tersebut, karena selama ini tidak pernah tersentuh pembangunan dan perhatian pemerintah daerah Kabupaten Aceh Utara.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini