Aceh Barat – Pujatvaceh.com – Kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) yang menyerang hewan ternak sapi di Kabupaten Aceh Barat, kini terus bertambah. Bahkan Dinas Perkebunan dan Peternakan atau Disbunnak setempat mencatat, saat ini terdapat 341 ekor hewan ternak berkuku dua tersebut diduga suspek wabah PMK.

Sebelumnya hewan ternak warga yang terindikasi wabah PMK hanya sekitar 40 hingga 106 ekor sapi. namun kini kasus yang diduga suspek PMK semakin bertambah menjadi 341 ekor. Hal tersebut bedasarkan hasil pendataan dari unit pelaksana teknis daerah (UPTD) Kecamatan Arongan Lambalek, Aceh Barat.

Kepala Disbunnak Kabupaten Aceh Barat, Danil Adrial mengatakan, ratusan ekor hewan ternak yang terinfeksi PMK tersebut masih berada di Kecamatan Arongan Lambalek, untuk memastikan PMK, pihaknya bersama Balai Veteriner Medan mengambil sampel darah dan liur untuk diperiksa di laboratorium.

“Lebih kurang sesuai dengan informasi dari teman-teman di UPTD itu sudah terjangkiti suspek sampai dengan 341 ekor. Penyakit PMK ini di Aceh Barat masih di kecamatan Arongan Lambalek, hasil investigasi di lapangan diperkirakan masuknya hewan ternak di Aceh Besar sehingga dari situ mulainya timbul penyakit” Ujar Danil Adrial, Kepala Disbunnak Kabupaten Aceh Barat

Bertambahnya angka dugaan ternak yang terinfeksi wabah PMK, disebabkan karena masih maraknya hewan dilepasliarkan untuk mencari makan. Karena di tengah penyakit yang mewabah, seharusnya hewan ternak dikandangkan sementara waktu. Sehingga upaya lockdown keluar masuknya hewan ternak di tiga titik perbatasan antar kabupaten, tidak terkesan formalitas semata.

Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments