KEK Arun Melempem, Sofyan Berniat Dirikan Pabrik Cat KCC dari Korea

Lhokseumawe – Pujatv.com : KEK Arun Lhokseumawe terletak di Kabupaten Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe, yang dibentuk berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) No. 5 Tahun 2017, yang ditandatangani langsung oleh Presiden Jokowi. Jalannya terseok-seok dan melempem.
Kawasan ekonomi khusus ini dibentuk dari konsorsium beberapa perusahaan eksisting, yaitu PT Pertamina, PT Pupuk Iskandar Muda, PT Pelindo I, dan Perusahaan Daerah Pembangunan Aceh. Tapi apa daya, hingga berganti beberapa pengurus, KEK Arun yang diharapkan menjadi kawasan strategis dan dapat mendorong perekonomian nasional, terutama Aceh, ternyata jalan di tempat tanpa ada penambahan investor dan malah tertinggal jauh dibandingkan kawasan KEK lainnya di Indonesia, seperti KEK Sei Mangkei, KEK Palu, KEK Mandalika, dan KEK Galang Batang.

Tidak bergeliatnya pertumbuhan industri di KEK Arun tidak lepas dari kurangnya sosialisasi dan penawaran insentif pajak kepada para calon investor, serta berbagai persoalan internal lainnya sehingga membuat investor enggan menanam investasi.
Hal ini diungkapkan oleh Sofyan, Direktur PT Andema di hadapan Wali Kota Lhokseumawe, saat temu ramah dengan investor migas di Aula Kantor Wali Kota Lhokseumawe, pada 6 Oktober lalu.
Putra Aceh yang punya keahlian di bidang cat dan pernah membesarkan pabrik cat di Aceh, serta saat ini memegang lisensi sebagai distributor cat nomor satu dari Korea Selatan, yaitu KCC, ingin KEK Arun bisa melakukan introspeksi.

Menurut Sofyan, yang telah memasok berbagai kebutuhan di beberapa kawasan KEK selalu diberikan free tax atau bebas pajak. Apakah di KEK Arun hal ini ada dilakukan?
Dia berharap KEK Arun bisa lebih baik ke depannya dengan segala potensi sumber daya alam yang ada. Jika KEK Arun bisa berbenah, dirinya akan meminta pihak KCC di Korea Selatan agar membangun pabrik cat di KEK Arun, bukan di KEK Sei Mangkei seperti rencana awal.





