Jakarta  – Pujatvaceh.com – Rumah yang dibangun menggunakan atap asbes termasuk rumah tidak layak huni karena berisiko sebabkan tuberkulosis (TBC).

Seperti yang dilansir tribunnews.com, Hal ini diungkapkan oleh Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Dr. (HC) dr. Hasto Wardoyo, Sp.OG (K). Lebih lanjut, ia mengungkapkan jika rumah tidak layak huni banyak terdapat di Tegal Timur, Kota Tegal (Jawa Tengah), tercatat sebesar 36,58 persen.

Kondisi ini perlu perhatian serius karena penghuninya mudah terserang penyakit TBC.

Atap dari seng, disebut dr. Hasto, justru lebih sehat. Di sisi lain, menurut Hasto rumah tak layak huni juga ditandai bila jendela rumah tidak lebih dari 10 persen luas bangunan rumah.

“Lantai rumah tidak dikeramik, juga tidak memenuhi syarat rumah layak huni,” kata Dr. (HC) dr. Hasto Wardoyo, Sp.OG (K).

Dilansir dari Tribunews Health, asbes adalah mineral yang ditemukan berabad-abad yang lalu dan merupakan bahan bangunan pokok. Bahaya asbes berasal dari komposisinya yang berserat. Saat rusak, ia melepaskan remahan serat yang bisa dihirup manusia.

Bahkan paparan satu kali dapat menanamkan serat ini di paru-paru, menyebabkan iritasi dan jaringan parut. Gejala mungkin tidak muncul selama beberapa dekade. Bisa jadi gejala beru terasa antara 10 dan 40 tahun setelah paparan awal itu.

Gejalanya bervariasi dalam tingkat keparahan tetapi mungkin termasuk:

– Sesak napas
– Batuk kering dan terus-menerus
– Nyeri dada dan sesak
– Suara kering dan berderak di paru-paru saat menghirup
– Jari tangan dan kaki yang lebih bulat dan lebar disebabkan oleh proses yang dikenal sebagai clubbing

Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments