ACEH TIMUR – PUJATVACEH.COM – Latar belakang pekerjaan dan tidak bergelar bukanlah suatu rintangan seorang guru dalam mendidik generasi menjadi insan Qurani. Kemauan dan dedikasi tinggi adalah modal utama dalam sebuah lembaga pendidikan untuk menciptakan generasi kreatif.

Seorang montir sepeda, Tgk. Abdul Rani namanya, ia berasal dari desa pulo U, kecamatan Nurussalam, Kabupaten Aceh Timur. Kendati pria berusia 67 tahun tersebut berprofesi sebagai seorang montirs epeda. Akan tetapi lewat kepiawaiannya beliau mampu mendidik santri daerahnya menjadi insan yang mampu menghafal dan membaca al- quran hingga menjadi juara mulai tingkat kecamatan, Kabupaten, Provinsi bahkan Nasional.

Tak bermodal dan tanpa bantuan pemerintah daerah, pada tahun 1999 Tgk. Abdul Rani berhasil membangun balai pengajian hafiz dan qari di perkarangan rumahnya yang diberi nama Nurul Ilmi (cahayailmu). Melalui balai dan gubuk-gubuk kecil berkontruksi kayu seadanya, ia mampu mengukir dan menanam prestasi bagi anak didiknya.

Pria yang akrab disapa Tgk Ni itu mengaku, hasil kerjanya sebagai tukang montir sepeda di Keude Ulee Ateung Bagok kerap disisihkan untuk kebutuhan balai pengajian miliknya.

Tgk.Abdul Rani Pimpinan Dayah Nurul Ilmi mengatakan, dirinya suka membaca al quran, terutama tilawah dan hafidz, banyak prestasi yang sudah diraih santrinya.

“Saya suka membaca Al-Quran, terutama tilawah dan hafiz,”Tgk Ni Mengungkapkan.

Tgk Ni mengharapkan agar ada pihak yang mau membantu membangun tempat menginap bagi santri di balai pengajian miliknya.

“Harapan saya ada yang mau membantu tempat menginap, bukan untuk saya tapi untuk para santri,”Tuturnya.

Meski Tgk Ni harus mengurus ratusan santrinya dari berbagai daerah dalam wilayah aceh timur. Sampai saat ini profesinya sebagai montir sepeda tetap digelutinya sebagai mata pencarian sehari-harinya.

Dibalai pengajian yang diasuhnya itu kerap dilakukan perlombaan antar santri. Hal ini rutin dilaksanakan dalam tiga bulan sekali untuk mengasah mental dan bakat santri. Sehingga mereka saat bertanding mempunyai mental yang baik.

Salman wali santri mengaku, dirinya tertarik memasukkan anaknya kebalai pengajian nurul ilmi ini karena banyak santri di balai itu yang berprestasi. Baik tingkat kecamatan hingga provinsi.

“Saya tertarik memasukkan anak saya kesini karena banyak santri disini yang berprestasi,”ujarsalman, salah seorang wali santri yang anaknya belajar di balai pengajian Nurul Ilmi.

Banyak wali santri yang kagum dengan dedikasi Teungku Ni, meski ia profesinya hanya montir sepeda, namun santri didikannya penuh prestasi.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini