ACEH UTARA – PUJATVACEH.COM – Isma Khaira (33 tahun) warga Lhok Puuk,  Kecamatan Seunuddon, Kabupaten Aceh Utara, Aceh,  terpidana kasus pelanggar undang undang informasi dan transaksi elektronik  divonis bersalah oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Lhoksukon. Ia divonis hukuman penjara selama tiga bulan dikurangi masa tahan rumah selama 21 hari.

Isma terpaksa membawa seorang bayi berusia tujuh bulan karena masih menyusui dan ia  akan menjalani sisa hukuman selama 2 bulan 10 hari di lapas kelas IIB Lhoksukon, Aceh Utara.

Foto : Isma dan bayinya

Kasus Isma berawal saat ia mengunggah video berdurasi 35 detik tentang kericuhan kepala desa dengan ibunya ke media sosial di Desa Lhok Puuk, Kecamatan Senudon, Aceh Utara,  Aceh.  Sehingga kepala desa melaporkan isma ke polisi pada 6 april 2020 karena dianggap mencemarkan nama baik.

Penasehat hukum Rizal Syahputra akan terus berupaya dan meminta kepada pihak terkait agar memberikan keringanan atau mengambil kebijakan kelonggaran penanganan terhadap penahanan isma khaira karena mengingat anaknya yang masih bayi terpaksa mengikut ibunya ke lapas.

“Pada hari ini kita mengharapkan kebijakan, mengingat Isma membawa bayinya yang baru berusia lima bulan agar diberikan kelonggaran. Semoga ada kelonggaran dari intansi terkait atau pemerintah agar bisa Isma dijadikan tahanan rumah,” harap Rizal Syahputra, penasehat hukum Isma Khaira.

Untuk diketahui, perkara Isma sudah ada putusan atau sudah ingkrah dari pengadilan negeri Lhoksukon. Terkait ada bayi sesuai aturan diperbolehkan membawa bayi, namun Kalapas tetap memberikan pelayanan khusus kepada isma dan selalu memantau setiap saat kondisi ia dengan  bayinya selama menjalani sisa hukuman.

Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments