ACEH UTARA – PUJATVACEH.COM – Lahan diperkirakan sekitar 35 hektar di kawasan Gampong Teupin Ruseb, Dusun Pante Pisang, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara,  menjadi sengketa antara warga yang mengaku sebagai pemilik dengan Koperasi Wareh Nanggroe dan Koperasi Tacimita.

Menurut warga, lahan milik belasan warga  yang tinggal di Gampong Alue Dua, Kecamatan Nisam Antara, diminta oleh Koperasi Wareh Nanggroe untuk ditanami pohon karet  dengan dalih sebagai kesejahteraan warga .

Tanpa sepengetahuan mereka, terjadi pengalihan lahan dari Koperasi Wareh Nanggroe ke Koperasi Tacimita, dan ini menjadi sumber sengketa awal  lahan yang digarap sejak tahun 2012 lalu.

Berbagai upaya telah dilakukan warga agar hak mereka atas tanah  dikembalikan, tapi hingga kini lahan yang telah mulai menghasilkan getah karet tersebut belum membuahkan hasil.

Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan dan timbulnya kekerasan di lapangan, mereka sepakat mengadu ke DPRK Aceh Utara agar hak mereka atas tanah tersebut dapat kembali. Hal ini diungkapkan oleh Usman Berdan, salah seorang warga pemilik tanah yang masuk dalam lahan sengketa tersebut.

“Kami menjumpai DPRK Aceh Utara agar mendapat solusi dan harapannya agar tanah bisa dikembalikan kepada pemilik masing-masing,” Ungkap Suman Berdan, setelah selesai bertemu dengan anggota DPRK Aceh Utara.

Sementara itu, Ketua Komisi III DPRK Aceh Utara,  Razali Abu  yang menerima pengaduan warga beserta anggota dewan lainnya mengatakan, akan memeriksa berbagai dokumen yang dimiliki warga dan juga akan memanggil pihak Koperasi Wareh Nanggroe dan Koperasi Tacimita untuk mencari solusi dari sengketa lahan tersebut.

“Kami telah menerima laporan dan akan mempelajari dokumen-dokumen terkait pengaduan tersebut dan memanggil Koperasi Wareh Nanggroe dan Koperasi Tacimita untuk menyelesaikan masalah ini,” kata Razali Abu, Ketua Komisi III DPRK Aceh Utara.

Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments