Bener Meriah – Pujatvaceh.com – Seratusan mahasiswa yang tergabung dalam aliansi masyarakat indonesia dan juga sejumlah organisasi masyarakat atau LSM, melakukan orasi di depan kantor DPRK Bener Meriah pada Senin, 11 April 2022.
Kehadiran seratusan mahasiswa tersebut miminta anggota DPRK Bener Meriah dan juga Bupati Bener Meriah membuat surat penolakan wacana penundaan pemilu atau presiden tiga periode serta empat tuntutan lainnya.
Setelah sempat beberapa saat para pendemo bertahan di luar pagar kantor DPRK, akhirnya Wakil Ketua DPRK Bener Meriah Tengku Husnul yang didampingi sejumlah angota DPRK lainnya meminta para pendemo untuk masuk ke dalam ruang sidang DPRK setempat, untuk dapat membicarakan terkait tuntutan yang akan disampaikan.
Ada lima tuntutan yang di sampaikan salah satu perwakilan peserta aksi, yang pertama, menolak kenaikan harga BBM, kedua, menolak wacana penundaan pemilu atau presiden tiga periode, ketiga, selesaikan masalah kelangkaan solar, ke empat, selesaikan kelangkaan dan melonjaknya harga minyak goreng, dan yang terakhir, tolak kenaikan pajak PPN 11 persen.
Nasri Gayo, koordinator aksi yang juga ketua LSM Garis Merah kepada Puja TV Aceh mengatakan, kehadiran dirinya dan juga para mahasiswa tersebut guna menyamakan visi misi mahasiswa diseluruh Indonesia, terutama dalam penolakan naiknya harga BBM, serta terkait naiknya harga serta kelangkaan minyak goreng, dan juga penolakan penundaan pemilu atau wacana presiden tiga periode. Selain itu menerut Nasri Gayo, DPRK dan juga Bupati Bener Meriah harus membuat surat pernyataan penolakan atas hal tersebut yang untuk selanjutnya dikirim ke pemerintahan pusat.
“Kawan-kawan hari ini ke DPRK bener meriah yang poin pentingnya adalah menyamakan visi dan misi seluruh mahasiswa di Indonesia artinya kita salah satunya menyampaikan penolakan terhadap kenaikan harga BBM, yang kedua kelangkaan minyak goreng dan kelangkaan terhadap beberapa sembako lainnya. Yang terutama bahwa kita menolak apa yang sudah diwacanakan oleh beberapa instansi termasuk beberapa kementerian dan beberapa ketua partai untuk wacana penundaan pemilu atau perpanjangan masa jabatan presiden 3 periode“ kata Nasri Gayo, Koordinator Aksi, Ketua LSM Garis Merah.
Sementara itu, hal serupa juga dikatakan Yudi Gayo, Koordinator Mahasiswa Bener Meriah, dirinya mengaku kehadiran seratusan mahasiswa Bener Meriah yang tergabung dalam aliansi masyarakat Indonesia tersebut guna untuk meminta DPRK dan juga Bupati Bener Meriah membuat surat peryataan menolak naiknya harga BBM dan sejumlah bahan pokok, seperti minyak makan dan beberapa tuntutan lainnya seperti yang telah disampaikan saat didalam ruangan sidang DPRK Bener Meriah.
“Sudah kita ketahui bersama bahwasanya kami dari aliansi mahasiswa, masyarakat, pemuda serta mahasiswa seluruh kabupaten bener meriah turun hari ini dalam rangka seperti yang tertera dalam tuntutan yang poin pertama kami menolak atas kenaikan BBM, yang kedua kami menolak wacana tiga periode oleh kementerian maupun pihak presiden“ ucap Yudi Gayo, Koordinator Mahasiswa Bener Meriah.
Sementara itu secara terpisah, Tengku Husnul, Wakil Ketua DPRK Bener Meriah saat dikonfirmasi jurnalis Puja TV Aceh mengatakan, kehadiran seratusan mahasiswa ini guna menyampaikan aspirasinya, dan menurut Tengku Husnul, pihaknya selaku wakil rakyat sangat berterima kasih dan segera akan melakukan penandatangan surat pernyataan penolakan ini bersama Bupati Bener Meriah untuk selanjutnya dikirim ke pemerintahan pusat.
“Alhamdulillah kita cukup menyambut antusias atas kedatangan para mahasiswa dan ormas tadi artinya terwakili dari masyarakat tentang kelangkaan beberapa bahan pokok yang dirasakan oleh masyarakat terutama minyak goreng, kelangkaan BBM dan juga ada beberapa hal lain seperti penambahan 3 periode presiden“ tutur Tgk. Husnul, Wakil Ketua DPRK Bener Meriah.






