Aceh Barat – Pujatvaceh.com – Guna mewujudkan ketahanan pangan nasional dan menciptakan daya tahan ekonomi di masa pandemi. Kodim 0105 Aceh Barat, melakukan berbagai upaya untuk mengatasi krisis pangan, salah satunya memanfaatkan lahar tidur untuk dijadikan lahan produktif. Seperti membudidaya tanaman bawang merah.
Budi daya bawang merah tersebut dilakukan dengan menggunakan konsep intensifikasi. Di atas lahan kosong seluas dua hektare, di Desa Ujong Tanjong, Kecamatan Meureubo, Kabupaten Aceh Barat.
Dalam budidaya bawang merah ini, mulai dari proses awal penanaman hingga proses panen, membutuhkan waktu kurang lebih selama 70 hari atau dua setengah bulan.
Dan dalam satu meter persegi luasan tanah bisa menghasilkan hingga 15.000 rupiah, maka apabila luas lahan yang dimiliki satu hektar maka penghasilan yang didapatkan dalam sekali panen bisa mencapai 150.000.000 rupiah.
Komandan kodim 0105 Aceh Barat, Letkol Infantri Dimar Bahtera mengatakan, selama ini kebutuhan akan bawang merah di Aceh Barat selalu didatangkan dari luar daerah.
Hal ini dikarenakan kurangnya stok bawang merah dari para petani yang berada di wilayah Kabuaten Aceh Barat, sehingga harus memyuplai bawang merah dari luar daerah.
“Dimassa pandemi ini kita harus bisa mengontrol permintaan sama suplai barang, artinya jangan sampai barang yang mudah diproduksi malah menginpornya dari luar, salah satunya yaitu bawang merah, padahal sangat mudah diproduksi di daerah sendiri tapi kita malah menginpornya, maka dari itu kami memperkenalkan kepada masyarakat bahwa di massa pandemi masih bisa menghasilkan dari pilot projek yang kami jalankan ini.’’ Jelas Letkol Infantri Dimar Bahtera Dandim 0105 Aceh Barat
Dengan adanya budidaya bawang merah ini, diharapkan dapat menjadi pilot projek bagi warga di Aceh Barat agar mau melakukan budi daya bawang merah agar bisa memenuhi kebutuhan daerahnya sendiri.



